Kubu pro & anti-Morsi bersitegang, militer Mesir siaga
Minggu, 06 Oktober 2013 - 00:35 WIB
Kubu pro & anti-Morsi bersitegang, militer Mesir siaga
A
A
A
Sindonews.com – Massa anti-presiden terguling Mohamed Morsi dan massa pro Morsi dari kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir kembali bersitegang. Kedua kubu saling ancam akan menggelar demonstrasi besar pada hari ini, (6/10/2013).
Militer Mesir tidak mau kecolongan. Mereka siaga, dengan memperketat pengamanan di sejumlah kota penting di Mesir. Ketegangan dua kubu di Mesir tersebut pecah, usai bentrokan pada Jumat (4/10/2013), yang menewaskan empat anggota Ikhwanul Muslimin.
Kedua kubu saling ancam untuk menggelar demonstrasi besar-besaran, di saat negara itu tengah memperingati tragedi serangan militer Israel terhadap Mesir di Sinai, pada 6 Oktober. Perang itu terjadi pada 1973 silam.
”Kementerian Dalam Negeri menegaskan tekadnya, untuk menghadapi kekerasan dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh massa Ikhwanul Muslimin,” bunyi pernyataan Kementerian itu, seperti dikutip Reuters.
”Keamanan telah ditingkatkan di jalan raya, di semua kota dan pada instalasi penting. Kementerian Dalam Negeri memperingatkan, akan melawan upaya apapun yang mencoba merusak peringatan 6 Oktober,” lanjut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Krisis politik pecah di Mesir, sejak militer menggulingkan Morsi pada bulan Juli 2013 lalu. Pemerintah sementara saat ini, tengah menyusun peta politik untuk mempersiapkan pemilu yang adil, yang telah dijanjikan sebelumnya.
Sementara itu, pada Sabtu (5/10/2013) sore, sekitar 1.000 pendukung Morsi mencoba memasuki area masjid al-Adawiya Rabaa di timur laut Kairo. Di tempat itulah, militer bertindak keras terhadap massa pro-Morsi pada Agustus 2013 lalu.
Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim, juga mengeluarkan peringatan terhadap kelompok yang mencoba mengacaukan Mesir. ”Kementerian akan berurusan dengan setiap praktik kekerasan, dan akan menghadapi semua tindakan pelanggaran hukum,” katanya.
Militer Mesir tidak mau kecolongan. Mereka siaga, dengan memperketat pengamanan di sejumlah kota penting di Mesir. Ketegangan dua kubu di Mesir tersebut pecah, usai bentrokan pada Jumat (4/10/2013), yang menewaskan empat anggota Ikhwanul Muslimin.
Kedua kubu saling ancam untuk menggelar demonstrasi besar-besaran, di saat negara itu tengah memperingati tragedi serangan militer Israel terhadap Mesir di Sinai, pada 6 Oktober. Perang itu terjadi pada 1973 silam.
”Kementerian Dalam Negeri menegaskan tekadnya, untuk menghadapi kekerasan dan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh massa Ikhwanul Muslimin,” bunyi pernyataan Kementerian itu, seperti dikutip Reuters.
”Keamanan telah ditingkatkan di jalan raya, di semua kota dan pada instalasi penting. Kementerian Dalam Negeri memperingatkan, akan melawan upaya apapun yang mencoba merusak peringatan 6 Oktober,” lanjut pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Krisis politik pecah di Mesir, sejak militer menggulingkan Morsi pada bulan Juli 2013 lalu. Pemerintah sementara saat ini, tengah menyusun peta politik untuk mempersiapkan pemilu yang adil, yang telah dijanjikan sebelumnya.
Sementara itu, pada Sabtu (5/10/2013) sore, sekitar 1.000 pendukung Morsi mencoba memasuki area masjid al-Adawiya Rabaa di timur laut Kairo. Di tempat itulah, militer bertindak keras terhadap massa pro-Morsi pada Agustus 2013 lalu.
Menteri Dalam Negeri Mesir, Mohamed Ibrahim, juga mengeluarkan peringatan terhadap kelompok yang mencoba mengacaukan Mesir. ”Kementerian akan berurusan dengan setiap praktik kekerasan, dan akan menghadapi semua tindakan pelanggaran hukum,” katanya.
(mas)