Serangan NATO bunuh 5 warga Afghanistan
Sabtu, 05 Oktober 2013 - 21:46 WIB
Serangan NATO bunuh 5 warga Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com - Setidaknya lima warga sipil, termasuk tiga anak, tewas semalam dalam serangan udara NATO di Afghanistan timur. Insiden itu terjadi, ketika lima warga itu tengah berburu burung dengan senapan angin.
Demikian disampaikan pejabat Afghanistan, Sabtu (5/10/2013). Serangan udara NATO di dekat Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, itu memicu kemarahan warga. ”Matilah Amerika,” teriak salah satu warga sembari membawa tubuh korban. ”Matilah Karzai (Presiden Hamid Karzai),” teriak mereka.
Seorang juru bicara NATO, Letkol Will Griffin, mengatakan pasukan Afghanistan dan Koalisi telah menanggapi sebuah serangan dari sekelompok orang bersenjata. ”Laporan awal mengindikasikan tidak ada korban warga sipil,” katanya, seperti dikutip AFP.
Kematian warga sipil kerap menjadi sumber gesekan antara Pemerintah Afghanistan dan pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat. Ketegangan mulai mereda, tatkala sebagian dari tentara asing itu akan ditarik dari Afghanistan akhir tahun 2014 mendatang.
”Tadi malam, lima warga sipil berusia antara 12 dan 20 tahun membawa senapan angin. Mereka ingin pergi berburu burung sekitar delapan kilometer dari pusat Kota Jalalabad. Mereka menjadi sasaran dan terbunuh oleh serangan udara pasukan asing,” kata juru bicara Kepolisian Provinsi Hazrat, Hussain Mashreqiwal.
Griffin, mengklaim situasi sudah normal, dan dari laporan awal tidak ada warga sipil yang jadi korban serangan. ”Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pasukan Afghanistan dan koalisi menanggapi serangan gerilyawan dan membalas serangan mereka di Distrik Behsud, Provinsi Nangarhar,” ujarnya.
Mohammad Atif Shinwari, juru bicara Departemen Pendidikan Nangarhar mengatakan, tiga dari korban adalah anak-anak sekolah dan dua lainnya merupakan saudara dari tiga anak itu.
Demikian disampaikan pejabat Afghanistan, Sabtu (5/10/2013). Serangan udara NATO di dekat Kota Jalalabad, Provinsi Nangarhar, itu memicu kemarahan warga. ”Matilah Amerika,” teriak salah satu warga sembari membawa tubuh korban. ”Matilah Karzai (Presiden Hamid Karzai),” teriak mereka.
Seorang juru bicara NATO, Letkol Will Griffin, mengatakan pasukan Afghanistan dan Koalisi telah menanggapi sebuah serangan dari sekelompok orang bersenjata. ”Laporan awal mengindikasikan tidak ada korban warga sipil,” katanya, seperti dikutip AFP.
Kematian warga sipil kerap menjadi sumber gesekan antara Pemerintah Afghanistan dan pasukan NATO pimpinan Amerika Serikat. Ketegangan mulai mereda, tatkala sebagian dari tentara asing itu akan ditarik dari Afghanistan akhir tahun 2014 mendatang.
”Tadi malam, lima warga sipil berusia antara 12 dan 20 tahun membawa senapan angin. Mereka ingin pergi berburu burung sekitar delapan kilometer dari pusat Kota Jalalabad. Mereka menjadi sasaran dan terbunuh oleh serangan udara pasukan asing,” kata juru bicara Kepolisian Provinsi Hazrat, Hussain Mashreqiwal.
Griffin, mengklaim situasi sudah normal, dan dari laporan awal tidak ada warga sipil yang jadi korban serangan. ”Kami dapat mengkonfirmasi bahwa pasukan Afghanistan dan koalisi menanggapi serangan gerilyawan dan membalas serangan mereka di Distrik Behsud, Provinsi Nangarhar,” ujarnya.
Mohammad Atif Shinwari, juru bicara Departemen Pendidikan Nangarhar mengatakan, tiga dari korban adalah anak-anak sekolah dan dua lainnya merupakan saudara dari tiga anak itu.
(mas)