OPCW: Suriah beri informasi tambahan soal senjata kimia
Sabtu, 05 Oktober 2013 - 03:27 WIB
OPCW: Suriah beri informasi tambahan soal senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com – Tim dari Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) yang tergabung dalam misi PBB untuk menghancurkan senjata kimia milik rezim Pemerintah Suriah, mengaku mencapai ‘kemajuan’ dalam pertemuan dengan para pejabat rezim Suriah.
Dari kantor pusatnya di Den Haag, Belanda, OPCW mengatakan, Pemerintah Suriah telah memberikan informasi tambahan soal program senjata kimia mereka, sesuai dengan kewajibannya berdasarkan resolusi PBB.
Dirjen OPCW, Ahmet Uzumcu mengatakan, pengajuan baru dari pihak berwenang Suriah adalah tambahan untuk pengungkapan yang dibuat oleh rezim pada 21 September. Di bawah Resolusi 2118 DK PBB yang diadopsi pekan lalu, rezim Suriah memiliki waktu tujuh hari untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang persediaan senjata kimia mereka.
"Tambahan Pengajuan ini sedang dibahas oleh OPCW," kata Uzumcu, seperti dikutip dari AFP. Tim OPCW menghadapi tugas menakutkan, karena rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini memiliki lebih dari 1.000 ton gas saraf sarin, gas mustard, dan senjata kimia mematikan lainnya.
Tujuan utama mereka adalah untuk menonaktifkan tempat produksi senjata kimia pada akhir Oktober atau awal November dengan menggunakan "metode bijaksana", termasuk menggunakan bahan peledak, palu godam atau menuangkan beton.
Dari kantor pusatnya di Den Haag, Belanda, OPCW mengatakan, Pemerintah Suriah telah memberikan informasi tambahan soal program senjata kimia mereka, sesuai dengan kewajibannya berdasarkan resolusi PBB.
Dirjen OPCW, Ahmet Uzumcu mengatakan, pengajuan baru dari pihak berwenang Suriah adalah tambahan untuk pengungkapan yang dibuat oleh rezim pada 21 September. Di bawah Resolusi 2118 DK PBB yang diadopsi pekan lalu, rezim Suriah memiliki waktu tujuh hari untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang persediaan senjata kimia mereka.
"Tambahan Pengajuan ini sedang dibahas oleh OPCW," kata Uzumcu, seperti dikutip dari AFP. Tim OPCW menghadapi tugas menakutkan, karena rezim Presiden Bashar al-Assad diyakini memiliki lebih dari 1.000 ton gas saraf sarin, gas mustard, dan senjata kimia mematikan lainnya.
Tujuan utama mereka adalah untuk menonaktifkan tempat produksi senjata kimia pada akhir Oktober atau awal November dengan menggunakan "metode bijaksana", termasuk menggunakan bahan peledak, palu godam atau menuangkan beton.
(esn)