Jinping pilih RI, karena tak bersengketa martim
Kamis, 03 Oktober 2013 - 15:01 WIB
Jinping pilih RI, karena tak bersengketa martim
A
A
A
Sindonews.com- Kunjungan Presiden China, Xi Jinping ke Jakarta, Indonesia, merupakan kunjungan bersejarah bagi China. Sebab, selain merupakan kunjungan pertamnya sejak berkuasa Maret 2013 lalu, Jinping memilih Indonesia sebagai tujuan lawatannya, karena Indonesia tidak terlibat sengeketa Laut China Selatan.
Saat berbicara di depan anggota DPR RI, Jinping menyampaikan apresiasinya terhadap posisi Indonesia di ASEAN. ”China menganggap peran Indonesia di ASEAN sangat penting. China siap berkerjasama untuk berbagi kemakmuran,” ujarnya.
Jinping, mengutip laporan Reuters, juga mengapresiasi Indonesia sebagai negara yang bisa menjadi mediator yang baik dalam setiap konflik. Kunjungan Jinping juga menjadi tanda peningkatan hubungan Indonesia dan China ke arah yang lebih baik.
Indonesia pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan China pada tahun 1960. Karena China dianggap mendukung dugaan sebuah usaha kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia. Lebih dari dua dekade hubungan kedua pihak mendingin, dan pulih pada tahun 1990-an.
Sebelum berbicara di depan DPR RI, Jinping kemarin, berdiskusi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagian besar inti pembicaraan kedua kepala negara itu, perihal kerjasama ekonomi.
Saat berbicara di depan anggota DPR RI, Jinping menyampaikan apresiasinya terhadap posisi Indonesia di ASEAN. ”China menganggap peran Indonesia di ASEAN sangat penting. China siap berkerjasama untuk berbagi kemakmuran,” ujarnya.
Jinping, mengutip laporan Reuters, juga mengapresiasi Indonesia sebagai negara yang bisa menjadi mediator yang baik dalam setiap konflik. Kunjungan Jinping juga menjadi tanda peningkatan hubungan Indonesia dan China ke arah yang lebih baik.
Indonesia pernah memutuskan hubungan diplomatik dengan China pada tahun 1960. Karena China dianggap mendukung dugaan sebuah usaha kudeta yang dilakukan Partai Komunis Indonesia. Lebih dari dua dekade hubungan kedua pihak mendingin, dan pulih pada tahun 1990-an.
Sebelum berbicara di depan DPR RI, Jinping kemarin, berdiskusi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sebagian besar inti pembicaraan kedua kepala negara itu, perihal kerjasama ekonomi.
(mas)