Sebagian warga Palestina yakin intifada kembali terjadi
Kamis, 03 Oktober 2013 - 04:07 WIB
Sebagian warga Palestina yakin intifada kembali terjadi
A
A
A
Sindonews.com – Lebih dari separuh warga Palestina meyakini gelombang baru perlawanan massal (intifada) terhadap Israel akan terjadi, jika pembicaraan perdamaian Palestina-Israel menemui kegagalan. Demikian terungkap dalam sebuah hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis Rabu (2/10/2013).
Jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga yang berbasis di Ramallah, Palestina Center For Public Opinion ini menunjukkan, bahwa 58,8 persen warga Palestina percaya bahwa intifada akan kembali terjadi. Sedangkan 26 persen lainnya membantah kemungkinan terjadin intifada ketiga, jika negosiasi damai menemui kegagalan.
Seperti dilaporkan Xinhua, survei ini juga menemukan peningkatan jumlah warga Palestina yang mendukung negosiasi damai hasil gagasan Amerika Serikat ini. Sejak Juli lalu, telah tujuh kali juru runding Palestina dan Israel bertemu untuk melakukan perundingan damai.
Menurut survei itu, 50,3 persen warga Palestina mendukung negosiasi damai dengan Israel, sementara 39,8 persen menentangnya. Hal ini juga menunjukkan, bahwa negosiasi akan memperoleh lebih banyak popularitas, jika Israel membebaskan lebih banyak tahanan Palestina.
Negosiasi itu sendiri bertujuan untuk menciptakan sebuah negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, setelah Israel menarik diri dari wilayah-wilayah yang didudukinya sejak tahun 1967. Termasuk wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat.
Jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga yang berbasis di Ramallah, Palestina Center For Public Opinion ini menunjukkan, bahwa 58,8 persen warga Palestina percaya bahwa intifada akan kembali terjadi. Sedangkan 26 persen lainnya membantah kemungkinan terjadin intifada ketiga, jika negosiasi damai menemui kegagalan.
Seperti dilaporkan Xinhua, survei ini juga menemukan peningkatan jumlah warga Palestina yang mendukung negosiasi damai hasil gagasan Amerika Serikat ini. Sejak Juli lalu, telah tujuh kali juru runding Palestina dan Israel bertemu untuk melakukan perundingan damai.
Menurut survei itu, 50,3 persen warga Palestina mendukung negosiasi damai dengan Israel, sementara 39,8 persen menentangnya. Hal ini juga menunjukkan, bahwa negosiasi akan memperoleh lebih banyak popularitas, jika Israel membebaskan lebih banyak tahanan Palestina.
Negosiasi itu sendiri bertujuan untuk menciptakan sebuah negara Palestina yang berdampingan dengan Israel, setelah Israel menarik diri dari wilayah-wilayah yang didudukinya sejak tahun 1967. Termasuk wilayah Yerusalem Timur dan Tepi Barat.
(esn)