Kemenhan Jepang diminta jamin keselamatan operasional pesawat Osprey

Rabu, 02 Oktober 2013 - 21:07 WIB
Kemenhan Jepang diminta...
Kemenhan Jepang diminta jamin keselamatan operasional pesawat Osprey
A A A
Sindonews.com - Pemerintah lokal Prefektur Shiga, mengirimkan sebuah permohonan tertulis kepada Kementerian Pertahanan Jepang sebelum latihan militer bersama digelar antara Marinir Amerika Serikat (AS) dan Angkatan Bela Diri Jepang, Rabu (2/10/2013). Melalui surat tersebut, Pemerintah lokal Prefektur Shiga menyerukan keselamatan operasi pesawat angkut MV-22 Osprey.

"Kami menuntut agar latihan militer yang telah direncanakan tersebut harus meminimalkan gangguan bagi masyarakat setempat dan menghindari penggunaan wilayah udara yang di bawahnya adalah daerah padat penduduk," ungkap seorang juru bicara kepala di kantor Prefektur Shiga.

"Pemerintah prefektur Shiga juga mendesak Kementerian Pertahanan Jepang untuk membujuk AS agar tidak terbang di atas kawasan komersial, residensial, serta danau terbesar prefektur Shiga, yakni danau tawar Biwa yang terletak di pusat prefektur dan meminta Kementerian Pertahanan mengunakan semua tindakan untuk memastikan rincian rencana awal penerbangan dari Korps Marinir AS," lanjut Juru Bicara Prefektur Shiga kepada Xinhua.

Menurut rencana, latihan bersama akan diselenggarakan pada pertengahan Oktober nanti. Latihan yang digelar di pangkalan militer AS di Okinawa tersebut telah meningkatkan kekhawatiran masyarakat setempat atas keamanan penggunaan pesawat tersebut.

Latihan gabungan tersebut kabaranya akan melibatkan lebih dari 300 personil dan berlangsung selama 11 hari. Latihan akan melibatkan gabungan operasi "heliborne" antara Jepang dan AS, di mana tentara akan turun dari pesawat ke tanah dengan menggunakan tali, sementara pesawat itu tetap melayang di udara.

Menurut pernyataan sebelumnya dari Kementerian Pertahanan Jepang, latihan ini akan memanfaatkan kemampuan Ospreys untuk lepas landas dan melayang-layang seperti helikopter, tapi terbang bisa terbang seperti pesawat dengan sayap tetap.
(esn)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
11 Bandara Papua Ditutup...
11 Bandara Papua Ditutup Sementara Imbas Penembakan Pesawat Smart Air
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved