Abbas bersumpah tak akan hentikan pembicaraan dengan Israel
Senin, 30 September 2013 - 23:11 WIB
Abbas bersumpah tak akan hentikan pembicaraan dengan Israel
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, berjanji untuk tidak menarik diri dari pembicaraan damai dengan Israel. Demikian dinyatakan oleh seorang pembantu dekat Abbas yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (30/9/2013).
"Abbas menekankan kepada Washington, bahwa Palestina berkomitmen untuk jadwal negosiasi, sekalipun sejauh ini mereka tidak membuat kemajuan apapun,” jelas pejabat itu. Pada Juli lalu, Amerika Serikat (AS) berhasil membujuk Palestina untuk kembali ke meja perundingan, setelah tiga tahun terhenti.
“Dalam pertukaran untuk janjinya , Abbas menerima janji AS untuk lebih banyak keterlibatan yang akan melihat tekanan pada Israel,” lanjut pejabat itu. “Intervensi AS akan mendorong Israel untuk membuka masalah perbatasan dan memberikan suasana yang tepat untuk berbicara,” tambahnya.
Perundingan damai dengan Israel bertujuan untuk terbentuknya sebuah negara Palestina yang merdeka, berdampingan dengan Israel. Namun, para pejabat Palestina mengeluh, bahwa Israel memfokuskan pembahasan pada masalah keamanan.
Sejak Juli lalu, juru rundinga Palestina dan Israel telah bertemu tujuh kali, tanpa mengumumkan kemajuan yang dicapai dalam perundingan itu. Banyak pihak yang pesimis, perundingan ini akan mengakhiri konflik Palestina dan Israel.
"Abbas menekankan kepada Washington, bahwa Palestina berkomitmen untuk jadwal negosiasi, sekalipun sejauh ini mereka tidak membuat kemajuan apapun,” jelas pejabat itu. Pada Juli lalu, Amerika Serikat (AS) berhasil membujuk Palestina untuk kembali ke meja perundingan, setelah tiga tahun terhenti.
“Dalam pertukaran untuk janjinya , Abbas menerima janji AS untuk lebih banyak keterlibatan yang akan melihat tekanan pada Israel,” lanjut pejabat itu. “Intervensi AS akan mendorong Israel untuk membuka masalah perbatasan dan memberikan suasana yang tepat untuk berbicara,” tambahnya.
Perundingan damai dengan Israel bertujuan untuk terbentuknya sebuah negara Palestina yang merdeka, berdampingan dengan Israel. Namun, para pejabat Palestina mengeluh, bahwa Israel memfokuskan pembahasan pada masalah keamanan.
Sejak Juli lalu, juru rundinga Palestina dan Israel telah bertemu tujuh kali, tanpa mengumumkan kemajuan yang dicapai dalam perundingan itu. Banyak pihak yang pesimis, perundingan ini akan mengakhiri konflik Palestina dan Israel.
(esn)