Aksi hacker bobol data istri Obama, hebohkan AS
Jum'at, 27 September 2013 - 13:56 WIB
Aksi hacker bobol data istri Obama, hebohkan AS
A
A
A
Sindonews.com – Publik Amerika Serikat dibuat tercengang, setelah istri Presiden AS, Barack Obama, yakni Michelle Obama jadi korban hacker. Selain istri Obama, beberapa tokoh top di AS juga jadi korban hacker.
Dengan komputer, hacker berhasil membobol data catatan kelahiran, kartu kredit dan latar belakang korban. Aksi pembobolan data oleh hacker yang menyasar istri Obama itu, terungkap dari investigasi wartawan independen, Brian Krebs.
Rabu lalu, Krebs menerbitkan sebuah penyelidikan, perihal bagaimana hacker menyusup agregator data utama dan mengumpulkan nomor Jaminan Sosial, catatan kelahiran, kartu kredit dan laporan latar belakang jutaan orang Amerika. Demikian laporan Washington Post , yang mengulas bobolnya data penting istri Obama.
Menurut investigasi Krebs , para hacker memiliki akses ke LexisNexis, basis data elektronik terbesar di dunia. Para hacker yang berhasil mengumpulkan data penting jutaan warga AS, termasuk istri Obama itu, berlangsung selama berbulan-bulan.
Mereka kemudian menjual data itu kepada situs ssndob.com, sebuah situs forum cybercrime bawah tanah. Di situs itulah, informasi pribadi Michelle Obama, serta tokoh top AS lainnya, seperti Direktur CIA John Brennan, Direktur FBI Robert Mueller dan aktris Beyonce yang dibobol hacker diterbitkan secara online.
FBI yang dikonfirmasi Krebs, melihat hal itu sebagai pelanggaran. Sedangkan wakil presiden pada perusahaan induk LexisNexis, Reed Elsevier, mengatakan, bahwa perusahaannya tidak menemukan bukti mengambil data publik. Tapi, pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut, jika dilakukan penyelidikan.
Juru bicara FBI, Lindsay Godwin, juga bersedia dikonfirmasi. ”Kita menyelidiki kasus ini,” ujarnya.
Dengan komputer, hacker berhasil membobol data catatan kelahiran, kartu kredit dan latar belakang korban. Aksi pembobolan data oleh hacker yang menyasar istri Obama itu, terungkap dari investigasi wartawan independen, Brian Krebs.
Rabu lalu, Krebs menerbitkan sebuah penyelidikan, perihal bagaimana hacker menyusup agregator data utama dan mengumpulkan nomor Jaminan Sosial, catatan kelahiran, kartu kredit dan laporan latar belakang jutaan orang Amerika. Demikian laporan Washington Post , yang mengulas bobolnya data penting istri Obama.
Menurut investigasi Krebs , para hacker memiliki akses ke LexisNexis, basis data elektronik terbesar di dunia. Para hacker yang berhasil mengumpulkan data penting jutaan warga AS, termasuk istri Obama itu, berlangsung selama berbulan-bulan.
Mereka kemudian menjual data itu kepada situs ssndob.com, sebuah situs forum cybercrime bawah tanah. Di situs itulah, informasi pribadi Michelle Obama, serta tokoh top AS lainnya, seperti Direktur CIA John Brennan, Direktur FBI Robert Mueller dan aktris Beyonce yang dibobol hacker diterbitkan secara online.
FBI yang dikonfirmasi Krebs, melihat hal itu sebagai pelanggaran. Sedangkan wakil presiden pada perusahaan induk LexisNexis, Reed Elsevier, mengatakan, bahwa perusahaannya tidak menemukan bukti mengambil data publik. Tapi, pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut, jika dilakukan penyelidikan.
Juru bicara FBI, Lindsay Godwin, juga bersedia dikonfirmasi. ”Kita menyelidiki kasus ini,” ujarnya.
(esn)