AS gempur Iran, jika terbukti bikin bom nuklir
Jum'at, 27 September 2013 - 12:48 WIB
AS gempur Iran, jika terbukti bikin bom nuklir
A
A
A
Sindonews.com- Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, mengatakan, AS tidak akan mencabut ancaman sanksi militer terhadap Iran, sampai Teheran bisa membuktikan, bahwa mereka tidak membuat bom nuklir.
Pernyataan Kerry itu, disampaikan kemarin (26/9/2013), dalam sebuah wawancara dengan CBS selama satu jam. Kerry mengatakan, salah satu langkah konkret yang harus dilakukan Iran, adalah menunjukkan keseriusannya bahwa mereka tidak melakukan pengayaan uranium untuk membuat bom.
Keseriusan Iran, kata Kerry, juga harus diikuti dengan pemeriksaan yang dilakukan inspektur PBB ke situs fasilitas pengayaan uranium Teheran. ”AS tidak akan mencabut sanksi, sampai jelas dan bisa diverifikasi secara akuntabel, transparan di tempat, di mana kita tahu persis apa yang terjadi dengan program nuklir Iran,” kata Kerry, dalam wawancara itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/9/2013).
Sementara itu, Iran yang sejak awal bersikeras bahwa, program nuklirnya bukan untuk membuat bom, melainkan untuk kepentingan sipil, sepakat mempercepat diplomasi nuklirnya dengan negara-negara Barat, termasuk AS.
Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan usai pembicaraan masalah nuklir Teheran dengan Menlu AS, John Kerry, Iran sepakat untuk menempuh negosiasi jalur cepat, dalam tempo setahun.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan Iran berkomitmen untuk beritikad baik dengan bernegosiasi perihal program nuklirnya. ”Kami sepenuhnya siap untuk serius terlibat dalam proses menuju penyelesaian yang dinegosiasikan dan disepakati bersama, dengan itikad baik,” kata Rouhani.
Pernyataan Kerry itu, disampaikan kemarin (26/9/2013), dalam sebuah wawancara dengan CBS selama satu jam. Kerry mengatakan, salah satu langkah konkret yang harus dilakukan Iran, adalah menunjukkan keseriusannya bahwa mereka tidak melakukan pengayaan uranium untuk membuat bom.
Keseriusan Iran, kata Kerry, juga harus diikuti dengan pemeriksaan yang dilakukan inspektur PBB ke situs fasilitas pengayaan uranium Teheran. ”AS tidak akan mencabut sanksi, sampai jelas dan bisa diverifikasi secara akuntabel, transparan di tempat, di mana kita tahu persis apa yang terjadi dengan program nuklir Iran,” kata Kerry, dalam wawancara itu, seperti dikutip Reuters, Jumat (27/9/2013).
Sementara itu, Iran yang sejak awal bersikeras bahwa, program nuklirnya bukan untuk membuat bom, melainkan untuk kepentingan sipil, sepakat mempercepat diplomasi nuklirnya dengan negara-negara Barat, termasuk AS.
Menteri luar negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan usai pembicaraan masalah nuklir Teheran dengan Menlu AS, John Kerry, Iran sepakat untuk menempuh negosiasi jalur cepat, dalam tempo setahun.
Presiden Iran, Hassan Rouhani, mengatakan Iran berkomitmen untuk beritikad baik dengan bernegosiasi perihal program nuklirnya. ”Kami sepenuhnya siap untuk serius terlibat dalam proses menuju penyelesaian yang dinegosiasikan dan disepakati bersama, dengan itikad baik,” kata Rouhani.
(esn)