AS bingung sesama pemberontak Suriah perang

Rabu, 25 September 2013 - 10:57 WIB
AS bingung sesama pemberontak...
AS bingung sesama pemberontak Suriah perang
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat, mengaku bingung dengan konflik di Suriah, karena di kubu pemberontak saling bertempur. Pemberontak Suriah moderat loyalis Jenderal Salim Idris terlibat pertempuran sengit dengan pemberontak bersenjata yang berafiliasi dengan al-Qaeda.

”Ada baku tembak yang nyata terjadi,” kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS, yang diawancarai dengan syarat anonim, kemarin, seperti dikutip Reuters.

Pejabat itu mengatakan Tentara Pembebasan Suriah, menerima bantuan non-mematikan dari AS. Namun, dia tidak merinci jenis bantuan itu. Dengan pertempuran sengit di kubu pemberontak anti-Presiden Bashar al-Assad itu, akan membuat AS berpikir ulang.

Terlebih, pertempuran di kubu pemberontak itu terjadi wilayah di sepanjang perbatasan utara dan timur Suriah. Masalah itu, dianggap sebagai perusak rencana pemberontak untuk melengserkan Assad. Pemberontakan di Suriah mereka mulai pada tahun 2011.

Semula, gerakan itu diawali dengan protes damai menentang empat decade pemerintahan Suriah yang didominasi keluarga Assad. Tapi gerakan itu berubah menjadi perang sipil yang menurut data PBB sudah menewaskan lebih dari 100 ribu orang.

”Ini adalah pertempuran yang paling sulit yang pernah kita lihat antara pengikut Jenderal Salim Idriss dari Tentara Pembebasan Suriah, dengan gerilyawan bersenjata dari Negara Islam Irak dan kelompok militan lain,” ujar pejabat pejabat itu, sesaat setelah Menteri Luar Negeri AS, John Kerry bertemu dengan Presiden Koalisi Oposisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba.

”Ini perlu kerja keras. Saya bahkan akan mengatakan bahwa ekstremis benar-benar melakukan pekerjaan yang membuat Menlu AS harus berbicara khusus dengan oposisi,” kata pejabat itu.

Sedangkan Ahmad Jarba, menyatakan, saat ini muncul suara kekecewaan dari oposisi terhadap AS, karena batal menyerang Suriah. Menurut Jarba, oposisi kecewa, karena serangan senjata kimia pada 21 Agustus 2013 tidak beperngaruh pada penjatuhan hukuman untuk Bashar al-Assad.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
37 menit yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
1 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
8 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
9 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
10 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
11 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved