Pidato Rouhani di sidang PBB: Iran bukan momok dunia
Rabu, 25 September 2013 - 09:22 WIB
Pidato Rouhani di sidang PBB: Iran bukan momok dunia
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Iran, Hassan Rouhani, untuk pertama kalinya berpidato di depan Majelis Umum PBB. Dengan bahasa ringan dan sikapnya yang moderat, Rouhani menegaskan Iran bukan ancaman bagi dunia, seperti yang didengungkan Israel.
Menurutnya, Iran siap untuk memulai pembicaraan nuklir Teheran secara transparan, sebagai bukti negaranya bukan momok bagi dunia. ”Iran benar-benar bukan ancaman bagi dunia,” kata Rouhani, dalam pidatonya kemarin, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/9/2013).
Rouhani menyatakan, negaranya terbuka untuk bernegosiasi dengan dunia internasional, termasuk Amerika Serikat. Sedangkan Presiden AS, Barack Obama, juga menyatakan minatnya untuk berdiplomasi guna merampungkan sengketa program nuklir Teheran.
”(Jika) mereka akan menahan diri untuk mengikuti kepentingan sesaat, menghasut perang sektarian, maka kita sudah sampai pada kerangka untuk mengelola perbedaan-perbedaan kita,” ucap Rouhani.
Presiden pengganti Ahmadinejad yang diharapkan membawa perubahan Iran menjadi negara moderat itu, menegaskan kembali posisi negaranya, bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai. ”Senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam keamanan Iran dan doktrin pertahanan (kami),” tegasnya.
Sebelumnya, Obama menyatakan, bahwa Iran telah menjadi sumber utama ketidakstabilan dalam tempo yang terlalu lama. Dia berharap dapat terlibat untuk merampungkan masalah nuklir Teheran secara damai.
”Berbagai hambatan mungkin jadi bukti yang besar (dalam penyelesaian masalah nuklir), tapi saya yakin jalur diplomatik harus diuji,” kata Obama. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, siap mengejar diplomasi masalah nuklir Iran. AS, katanya, akan berkoordinasi dengan lima kekuatan dunia lainnya.
Menurutnya, Iran siap untuk memulai pembicaraan nuklir Teheran secara transparan, sebagai bukti negaranya bukan momok bagi dunia. ”Iran benar-benar bukan ancaman bagi dunia,” kata Rouhani, dalam pidatonya kemarin, seperti dilansir Reuters, Rabu (25/9/2013).
Rouhani menyatakan, negaranya terbuka untuk bernegosiasi dengan dunia internasional, termasuk Amerika Serikat. Sedangkan Presiden AS, Barack Obama, juga menyatakan minatnya untuk berdiplomasi guna merampungkan sengketa program nuklir Teheran.
”(Jika) mereka akan menahan diri untuk mengikuti kepentingan sesaat, menghasut perang sektarian, maka kita sudah sampai pada kerangka untuk mengelola perbedaan-perbedaan kita,” ucap Rouhani.
Presiden pengganti Ahmadinejad yang diharapkan membawa perubahan Iran menjadi negara moderat itu, menegaskan kembali posisi negaranya, bahwa program nuklirnya murni untuk tujuan damai. ”Senjata nuklir tidak memiliki tempat dalam keamanan Iran dan doktrin pertahanan (kami),” tegasnya.
Sebelumnya, Obama menyatakan, bahwa Iran telah menjadi sumber utama ketidakstabilan dalam tempo yang terlalu lama. Dia berharap dapat terlibat untuk merampungkan masalah nuklir Teheran secara damai.
”Berbagai hambatan mungkin jadi bukti yang besar (dalam penyelesaian masalah nuklir), tapi saya yakin jalur diplomatik harus diuji,” kata Obama. Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, siap mengejar diplomasi masalah nuklir Iran. AS, katanya, akan berkoordinasi dengan lima kekuatan dunia lainnya.
(esn)