Iran: Tak ada pertemuan langsung dengan pejabat AS
Rabu, 25 September 2013 - 03:22 WIB
Iran: Tak ada pertemuan langsung dengan pejabat AS
A
A
A
Sindonews.com – Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Marzieh Afkham, pada Selasa (24/9/2013), mengatakan, tidak akan ada pertemuan langsung antara pejabat Iran dan Amerika Serikat (AS) di sidang Majelis Umum PBB di New York, AS.
Laporan media telah berspekulasi tentang pertemuan antara Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Presiden AS Barack Obama di sela-sela sesi sidang Majelis Umum PBB. Afkham membantah adanya pertemuan yang direncanakan antara Iran dan pejabat AS atas subyek yang disengketakan.
Namun, Afkham bersikeras, bahwa perjalanan Rouhani ke New York untuk berpartisipasi dalam sidang Majelis Umum PBB adalah upaya signifikan, karena Rouhani akan menyampaikan pesan perdamaian Iran dan interaksi konstruktif dengan dunia.
“Presiden akan menyampaikan pidato penting pada subyek yang berbeda dalam sesi yang berbeda dan mengadakan pertemuan penting dengan para pemimpin negara, pemimpin agama dan kalangan media,” kata Afkham, seperti dikutip dari Xinhua.
Afkham juga mendesak kekuatan dunia untuk "serius" dalam hal perundingan nuklir antara Iran dan P5+1 yang dijadwalkan akan diselenggarakan di New York pada pekan ini. "Kami berharap untuk melihat keseriusan P5 +1 (Inggris, China, Prancis, Rusia, AS + Jerman) dalam pembicaraan untuk mengembangkan jadwal untuk solusi untuk masalah nuklir Iran,” katanya.
Laporan media telah berspekulasi tentang pertemuan antara Presiden Iran, Hassan Rouhani dan Presiden AS Barack Obama di sela-sela sesi sidang Majelis Umum PBB. Afkham membantah adanya pertemuan yang direncanakan antara Iran dan pejabat AS atas subyek yang disengketakan.
Namun, Afkham bersikeras, bahwa perjalanan Rouhani ke New York untuk berpartisipasi dalam sidang Majelis Umum PBB adalah upaya signifikan, karena Rouhani akan menyampaikan pesan perdamaian Iran dan interaksi konstruktif dengan dunia.
“Presiden akan menyampaikan pidato penting pada subyek yang berbeda dalam sesi yang berbeda dan mengadakan pertemuan penting dengan para pemimpin negara, pemimpin agama dan kalangan media,” kata Afkham, seperti dikutip dari Xinhua.
Afkham juga mendesak kekuatan dunia untuk "serius" dalam hal perundingan nuklir antara Iran dan P5+1 yang dijadwalkan akan diselenggarakan di New York pada pekan ini. "Kami berharap untuk melihat keseriusan P5 +1 (Inggris, China, Prancis, Rusia, AS + Jerman) dalam pembicaraan untuk mengembangkan jadwal untuk solusi untuk masalah nuklir Iran,” katanya.
(esn)