Jepang akan gelar latihan dengan Marinir AS di luar Okinawa
Rabu, 25 September 2013 - 02:12 WIB
Jepang akan gelar latihan dengan Marinir AS di luar Okinawa
A
A
A
Sindonews.com – Kementerian Pertahanan Jepang menyatakan pada Selasa (24/9/2013), bahwa latihan gabungan Angkatan Bela Diri Jepang dan Marinir Amerika Serikat (AS) akan digelar di Prefektur Shiga pada 16 Oktober mendatang. Latihan ini akan melibatkan pesawat MV-22 Osprey.
Seperti dilaporkan Xinhua, latihan ini akan melibatkan lebih dari 300 personil dan berlangsung selama 11 hari. Latihan akan melibatkan gabungan operasi "heliborne" antara Jepang dan AS, di mana tentara akan turun dari pesawat ke tanah dengan menggunakan tali, sementara pesawat itu tetap melayang di udara.
Menurut pernyataan sebelumnya dari Kementerian Pertahanan Jepang, latihan ini akan memanfaatkan kemampuan Ospreys untuk lepas landas dan melayang-layang seperti helikopter, tapi terbang bisa terbang seperti pesawat dengan sayap tetap.
Seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan dalam konferensi pers, bahwa latihan ini akan membantu kedua belah pihak untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan MV-22 Osprey dalam situasi strategis. Sekaligus meringankan beban Okinawa, yang menjadi tuan rumah sebagian besar pasukan militer AS di Jepang.
Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, pada 6 September silam mengumumkan, bahwa latihan antara Jepang dan AS akan memanfaatkan pesawat tilt-rotor akan melampaui Prefektur Okinawa, di mana pesawat telah dikerahkan untuk meminimalisir keluhan warga setempat yang tak setuju dengan penyebaran pesawat MV-22 Osprey di wilayah mereka.
Seperti dilaporkan Xinhua, latihan ini akan melibatkan lebih dari 300 personil dan berlangsung selama 11 hari. Latihan akan melibatkan gabungan operasi "heliborne" antara Jepang dan AS, di mana tentara akan turun dari pesawat ke tanah dengan menggunakan tali, sementara pesawat itu tetap melayang di udara.
Menurut pernyataan sebelumnya dari Kementerian Pertahanan Jepang, latihan ini akan memanfaatkan kemampuan Ospreys untuk lepas landas dan melayang-layang seperti helikopter, tapi terbang bisa terbang seperti pesawat dengan sayap tetap.
Seorang juru bicara dari Kementerian Pertahanan Jepang mengatakan dalam konferensi pers, bahwa latihan ini akan membantu kedua belah pihak untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan MV-22 Osprey dalam situasi strategis. Sekaligus meringankan beban Okinawa, yang menjadi tuan rumah sebagian besar pasukan militer AS di Jepang.
Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, pada 6 September silam mengumumkan, bahwa latihan antara Jepang dan AS akan memanfaatkan pesawat tilt-rotor akan melampaui Prefektur Okinawa, di mana pesawat telah dikerahkan untuk meminimalisir keluhan warga setempat yang tak setuju dengan penyebaran pesawat MV-22 Osprey di wilayah mereka.
(esn)