Hizbullah bantah terima senjata kimia dari Suriah
Selasa, 24 September 2013 - 11:09 WIB
Hizbullah bantah terima senjata kimia dari Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Hizbullah Libanon, Hassan Nasrallah, membantah, bahwa kelompoknya telah menerima senjata kimia dari Suriah. Bulan lalu, kelompok oposisi Koalisi Nasional Suriah menuduh Presiden Bashar al-Assad menyerahkan senjata kimia kepada kelompok Hizbullah untuk menghindari pemeriksaan internasional.
”Tuduhan ini benar-benar menggelikan,” kata Nasrallah dalam pidatonya di stasiun televisi, yang dilansir Reuters Selasa (24/9/2013). ”Kami memahami dimensi dan latar belakang dari tuduhan ini, dan ini memiliki konsekuensi yang berbahaya bagi Libanon,” lanjut dia.
”Kami dengan tegas dan meyakinkan, menyangkal tuduhan tersebut yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam kebenaran,” ucap Nasrallah.
Suriah telah setuju untuk menyerahkan senjata kimia, sesuai yang disepakati oleh Amerika Serikat dan Rusia, setelah negara-negara Barat, terutama AS, gencar menebar ancaman untuk menyerang Suriah, setelah serangan di dekat Damaskus pada 21 Agustus 2013 yang diklaim menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Komandan Israel di perbatasan dengan Suriah, Mayor Jenderal Yair Golan, mengatakan bulan ini Hizbullah menerima roket darat, pesawat dan kapal anti-rudal dari Suriah sebagai imbalan dalam membantu Assad.” Tapi, sejauh yang kami tahu, mereka tidak ingin senjata kimia-nya (Assad),” ujarnya.
Nasrallah sendiri menyerukan kepada Arab Saudi, Turki, dan negara Teluk lainnya untuk meninjau posisi mereka di Suriah, setelah mereka kalah bertaruh soal opsi militer asing terhadap Suriah. ”Sebuah pertaruhan pada resolusi militer, merupakan kekalahan dalam pertaruhan,” ujarnya.
”Tuduhan ini benar-benar menggelikan,” kata Nasrallah dalam pidatonya di stasiun televisi, yang dilansir Reuters Selasa (24/9/2013). ”Kami memahami dimensi dan latar belakang dari tuduhan ini, dan ini memiliki konsekuensi yang berbahaya bagi Libanon,” lanjut dia.
”Kami dengan tegas dan meyakinkan, menyangkal tuduhan tersebut yang sama sekali tidak memiliki dasar dalam kebenaran,” ucap Nasrallah.
Suriah telah setuju untuk menyerahkan senjata kimia, sesuai yang disepakati oleh Amerika Serikat dan Rusia, setelah negara-negara Barat, terutama AS, gencar menebar ancaman untuk menyerang Suriah, setelah serangan di dekat Damaskus pada 21 Agustus 2013 yang diklaim menewaskan lebih dari 1.000 orang.
Komandan Israel di perbatasan dengan Suriah, Mayor Jenderal Yair Golan, mengatakan bulan ini Hizbullah menerima roket darat, pesawat dan kapal anti-rudal dari Suriah sebagai imbalan dalam membantu Assad.” Tapi, sejauh yang kami tahu, mereka tidak ingin senjata kimia-nya (Assad),” ujarnya.
Nasrallah sendiri menyerukan kepada Arab Saudi, Turki, dan negara Teluk lainnya untuk meninjau posisi mereka di Suriah, setelah mereka kalah bertaruh soal opsi militer asing terhadap Suriah. ”Sebuah pertaruhan pada resolusi militer, merupakan kekalahan dalam pertaruhan,” ujarnya.
(esn)