Rezim Suriah anggarkan USD250 juta untuk rekonstruksi
Selasa, 24 September 2013 - 02:00 WIB
Rezim Suriah anggarkan USD250 juta untuk rekonstruksi
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Suriah mengaku telah mengalokasikan USD250 juta untuk rekonstruksi tahun depan bagi negara yang telah dilanda perang saudara selama lebih dari dua tahun itu. Demikian dinyatakan oleh Perdana Menteri Suriah, Wael al-Halqi.
"Pemerintah telah meningkatkan anggaran belanja untuk bantuan darurat dan rekonstruksi 2014 sebesar 50 miliar Pound Suriah (USD250 juta)," kata al-Halqi dalam sambutannya yang dipublikasikan oleh surat kabar Al-Watan, Senin (23/9/2013).
“Pada 2013 , anggaran pemerintah untuk bantuan dan rekonstruksi adalah sebesar 30 miliar Pound,” lanjutnya. Halqi juga menyerukan peningkatan alokasi anggaran untuk pertanian, sebut laporan Al-Watan. "Makanan, energi, dan obat-obatan adalah prioritas," tambahnya.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, serta Program Pangan Dunia menyatakan kekhawatiran mereka pada penurunan indeks ketahanan pangan Suriah. Dalam 30 bulan, perang Suriah telah menewaskan lebih dari 110.000 orang dan memaksa jutaan orang mengungsi.
Saat ini, warga Suriah setiap hari berjuang untuk mendapatkan bahan makanan demi memenuhi kebutuhan pokok mereka. Perang yang berkepanjangan membuat harga-harga melambung tinggi. Banyak warga Suriah yang tak bisa membeli kebutuhan pokok mereka dan bergantung pada program bantuan.
"Pemerintah telah meningkatkan anggaran belanja untuk bantuan darurat dan rekonstruksi 2014 sebesar 50 miliar Pound Suriah (USD250 juta)," kata al-Halqi dalam sambutannya yang dipublikasikan oleh surat kabar Al-Watan, Senin (23/9/2013).
“Pada 2013 , anggaran pemerintah untuk bantuan dan rekonstruksi adalah sebesar 30 miliar Pound,” lanjutnya. Halqi juga menyerukan peningkatan alokasi anggaran untuk pertanian, sebut laporan Al-Watan. "Makanan, energi, dan obat-obatan adalah prioritas," tambahnya.
Sebelumnya, pada pekan lalu, Organisasi Pangan dan Pertanian PBB, serta Program Pangan Dunia menyatakan kekhawatiran mereka pada penurunan indeks ketahanan pangan Suriah. Dalam 30 bulan, perang Suriah telah menewaskan lebih dari 110.000 orang dan memaksa jutaan orang mengungsi.
Saat ini, warga Suriah setiap hari berjuang untuk mendapatkan bahan makanan demi memenuhi kebutuhan pokok mereka. Perang yang berkepanjangan membuat harga-harga melambung tinggi. Banyak warga Suriah yang tak bisa membeli kebutuhan pokok mereka dan bergantung pada program bantuan.
(esn)