Oposisi boikot parlemen, Kamboja diambang krisis konstitusi

Senin, 23 September 2013 - 16:45 WIB
Oposisi boikot parlemen,...
Oposisi boikot parlemen, Kamboja diambang krisis konstitusi
A A A
Sindonews.com- Para anggota parlemen dari oposisi memboikot pembukaan parlemen Kamboja pada Senin (23/9/2013). Pemboikotan pembukaan parlemen yang mengancam krisis konstitusional itu, terjadi setelah pihak berwenang menolak untuk menyelidiki dugaan kecurangan pemilu yang dilakukan partai pimpinan Perdana Menteri Hun Sen.

Raja Norodom Sihamoni telah mengeluarkan dekrit restu kerajaan untuk Hun Sen, setelah Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Hun Sen memenangkan pemilu 28 Juli 2013 lalu. CPP dalam pemilu meraih 68 kursi, sedangkan lawannya, Partai Penyelamatan Nasiona Kamboja (CNRP) yang merupakan partai oposisi meraih 55 kursi.

Protes besar juga sempat pecah di Kamboja untuk memprotes dugaan kecurangan pemilu. Satu orang tewas dalam protes tersebut. CNRP bersikeras menolak pembukaan parlemen, jika dugaan kecurangan pemilu diabaikan.

”Tujuan kami masih konsiten. Kami memboikot pertemuan hari ini, karena kebenaran belum ditemukan dan belum ada terobosan,” kata Yim Sovann , seorang anggota legislatif dari CNRP, seperti dikutip Reuters. ”Pertemuan (pembukaan parlemen) ini merupakan pelanggaran terhadap konstitusi.”

Oposisi dan beberapa analis politik setempat, mengatakan kuorum 120 anggota parlemen diperlukan untuk membuka parlemen. Hun Sen telah mengabaikan itu syarat itu. Dia mengatakan, aturan menetapkan pemerintahan baru dapat dibentuk jika 63 dari 123 anggota parlemen memilih untuk mendukungnya.


Hun Sen dan pemimpin CNRP, Sam Rainsy mengadakan pembicaraan minggu lalu. Namun, Perdana Menteri Hun Sen menolak untuk menyetujui dilakukannya penyelidikan independen terkait dugaan kecurangan pemilu.
(esn)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
39 menit yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
1 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
2 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
3 jam yang lalu
Mantan Emir Qatar Sheikh...
Mantan Emir Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani Wafat pada Usia 74 Tahun
4 jam yang lalu
Iran Bombardir Pangkalan...
Iran Bombardir Pangkalan AS di Yordania, Kuwait, Bahrain, dan Oman
5 jam yang lalu
Infografis
Jerman Persiapkan Anak-anak...
Jerman Persiapkan Anak-anak Hadapi Krisis Perang Dunia III
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved