Pangeran Kamboja mogok makan selama sengketa pemilu

Jum'at, 20 September 2013 - 16:38 WIB
Pangeran Kamboja mogok...
Pangeran Kamboja mogok makan selama sengketa pemilu
A A A
Sindonews.com - Seorang pangeran Kamboja, Sisowath Thomico, (sepupu Raja Norodom Sihamoni), melakukan mogok makan pada Jumat (20/9/2013). Aksi itu, sebagai protes atas kemenangan pemilu yang dimenangkan kubu Perdana Menteri Hun Sen.

Pangeran Thomico, merupakan anggota senior oposisi Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP). Sedangkan, Pemilu di negara itu, dimenangkan Partai Rakyat Kamboja (CPP) pimpinan Perdana Menteri Hun Sen. ”Saya melakukan mogok makan sampai ada solusi untuk memberikan keadilan bagi rakyat, yang merupakan pemilih,” katanya, seperti dikutip Fox News.

Dia mulai melakukan aksi mogok makan di sebuah pagoda di Ibu Kota Phnom Penh. Thomico menuduh pemilu yang dimenangkan CPP dengan sebutan ”pementasan kudeta dingin”, yang berusaha untuk menciptakan konflik antara rakyat dan raja.

Menurut hasil resmi pemilu bulan Juli, CPP memenangkan 68 kursi. Sedangkan CNRP meraih 55 kursi. Pihak oposisi telah menolak penghitungan, dan menuduh ada praktik kecurangan yang meluas. Dia telah memperingatkan akan memboikot pembukaan parlemen pada Senin nanti, kecuali penyimpangan pemilu dibahas.


”Kami tidak akan menghadiri pertemuan pada tanggal 23 September 2013,” kata pemimpin oposisi, Sam Rainsy dalaam sebuah konferensi pers. ”Jika pertemuan pada tanggal 23 berjalan di depan dan tanpa CNRP, itu benar-benar akan melanggar konstitusi.”

Rainsy menyerukan untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan CPP, guna menemukan solusi sengketa pemilu Kamboja.

Perdana Menteri Hun Sen, yang telah memerintah selama 28 tahun, telah melakukan beberapa pertemuan dengan Rainsy pada minggu lalu untuk membahas kebuntuan politik. Namun, kedua belah pihak tetap berselisih atas permintaan oposisi untuk penciptaan “komite kebenaran” yang independen untuk menyelidiki kecurangan pemilu.
(esn)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Presiden Lebanon Kecam...
Presiden Lebanon Kecam Hizbullah, Iran, dan IRGC: Ini Bukan Negaramu, Ini Negara Kami!
38 menit yang lalu
Terungkap, Israel Kerahkan...
Terungkap, Israel Kerahkan Pasukan Elite ke Azerbaijan untuk Perang Melawan Iran
1 jam yang lalu
Iran Klaim Tembakkan...
Iran Klaim Tembakkan Rudal ke Arah 2 Kapal Perang AS, tapi Disangkal Amerika
1 jam yang lalu
Drone Ukraina Meledak...
Drone Ukraina Meledak Sendiri di Pelabuhan Negara NATO, Kyiv Tuduh Rusia Kerjai Sinyalnya
2 jam yang lalu
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
9 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
10 jam yang lalu
Infografis
10 Anak Terkaya di Dunia,...
10 Anak Terkaya di Dunia, Nomor 5 Putri Pangeran William
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved