Prancis ngotot jatuhkan resolusi perang pada Suriah
Senin, 16 September 2013 - 09:07 WIB
Prancis ngotot jatuhkan resolusi perang pada Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Prancis, Francois Hollande, kemarin, bersikeras minta PBB jatuhkan resolusi terhadap Suriah, dengan opsi serangan militer. Menurutnya, Menteri Luar Negeri Prancis, Inggris, dan Amerika Serikat akan mulai membentuk resolusi yang dibahas di Paris hari ini, (16/9/2013).
Berbicara di stasiun televisi Prancis, Hollande mengatakan, solusi politik dan diplomatik yang lebih luas untuk mengatasi krisis Suriah, kemungkinan dipilih opsi serangan militer. Namun, dia tetap menilai langkah AS dan Rusia untuk menghapus semua senjata kimia milik Suriah sebagai langkah penting.
”Kita bisa memberikan suara pada resolusi ini sebelum akhir pekan,” kata Hollande kepada Stasiun televisi TF1, seperti dikutip Reuters. ”(Resolusi) ini harus mencakup ancaman sanksi (tindakan militer), jika beberapa sanksi tidak diterapkan,” lanjut Hollande.
Hollande menegaskan, negaranya siap untuk melakukan serangan terhadap pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sebagai bagian dari sikap tegas koalisi internasional yang telah mereda dalam beberapa hari terakhir.
”Kami sekarang serius memikirkan solusi diplomatik, tapi opsi militer harus tetap ada. Jika tidak ada yang menghentikan (tindakan) Suriah,” imbuh Hollande.
Ketika ditanya, apakah dia masih ingin Assad lengser dari kekuasaannya? Hollande berujar, ia selalu menyukai hal seperti itu. Menurutnya, kesepakatan AS dan Rusia telah membuka jalan politik yang lebih luas untuk penyelesaian krisis Suriah, di mana Assad akan kehilangan kekuasaannya. ”Cara terbaik untuk menyingkirkan dia, melalui kesepakatan ini,” ucapnya.
Hollande menambahkan, setelah Menteri Luar Negeri Prancis, Inggris dan AS membahas resolusi untuk Suriah, hasilnya akan dibahas bersama Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov pada Selasa (17/9/2013) besok.
Berbicara di stasiun televisi Prancis, Hollande mengatakan, solusi politik dan diplomatik yang lebih luas untuk mengatasi krisis Suriah, kemungkinan dipilih opsi serangan militer. Namun, dia tetap menilai langkah AS dan Rusia untuk menghapus semua senjata kimia milik Suriah sebagai langkah penting.
”Kita bisa memberikan suara pada resolusi ini sebelum akhir pekan,” kata Hollande kepada Stasiun televisi TF1, seperti dikutip Reuters. ”(Resolusi) ini harus mencakup ancaman sanksi (tindakan militer), jika beberapa sanksi tidak diterapkan,” lanjut Hollande.
Hollande menegaskan, negaranya siap untuk melakukan serangan terhadap pasukan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sebagai bagian dari sikap tegas koalisi internasional yang telah mereda dalam beberapa hari terakhir.
”Kami sekarang serius memikirkan solusi diplomatik, tapi opsi militer harus tetap ada. Jika tidak ada yang menghentikan (tindakan) Suriah,” imbuh Hollande.
Ketika ditanya, apakah dia masih ingin Assad lengser dari kekuasaannya? Hollande berujar, ia selalu menyukai hal seperti itu. Menurutnya, kesepakatan AS dan Rusia telah membuka jalan politik yang lebih luas untuk penyelesaian krisis Suriah, di mana Assad akan kehilangan kekuasaannya. ”Cara terbaik untuk menyingkirkan dia, melalui kesepakatan ini,” ucapnya.
Hollande menambahkan, setelah Menteri Luar Negeri Prancis, Inggris dan AS membahas resolusi untuk Suriah, hasilnya akan dibahas bersama Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov pada Selasa (17/9/2013) besok.
(esn)