Serahkan senjata kimia dalam seminggu, atau Suriah diserang
Sabtu, 14 September 2013 - 18:48 WIB
Serahkan senjata kimia dalam seminggu, atau Suriah diserang
A
A
A
Sindonews.com – Utusan Amerika Serikat (AS) dan Rusia telah menyetujui proposal untuk menghilangkan senjata kimia Suriah pada Sabtu (14/9/2013). Hasilnya, Suriah wajib menyerahkan semua senjata kimia-nya, hanya dalam waktu seminggu.
Jika Suriah melanggar kesepakatan itu, maka negara tersebut akan menerima konsekuensi dari piagam PBB, yang salah satunya terkena invasi militer.
Kesepakatan itu muncul, setelah Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, terlibat pembicaraan tiga hari dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Menurut Kerry, dalam kesepakatan itu, Suriah harus menyerahkan daftar lengkap dari semua stok senjata kimia, sesuai waktu tersebut.
Kerry, saat konferensi pers dengan Lavrov, seperti dikutip Reuters, mengatakan, bahwa di bawah perjanjian tersebut, inspektur senjata PBB harus berada di tanah Suriah paling lambat November. Tujuannya, kata dia, untuk persiapan penghancuran senjata kimia Suriah pada pertengahan 2014.
Kerry mengatakan, jika Suriah tidak mematuhi perjanjian, Suriah akan menghadapi konsekuensi di bawah Bab 7 Piagam PBB. Yakni, mencakup sanksi dan dan aksi militer.
Presiden AS Barack Obama, mengatakan, tidak ada pilihan lain, jika Suriah melanggar kesepakatan. ”Tidak ada pilihan,” katanya. Sedangkan Laavrov berujar, ”Kesepakatan tidak mengatakan tentang penggunaan kekuatan dan bukan tentang sanksi otomatis.”
Jika Suriah melanggar kesepakatan itu, maka negara tersebut akan menerima konsekuensi dari piagam PBB, yang salah satunya terkena invasi militer.
Kesepakatan itu muncul, setelah Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, terlibat pembicaraan tiga hari dengan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov. Menurut Kerry, dalam kesepakatan itu, Suriah harus menyerahkan daftar lengkap dari semua stok senjata kimia, sesuai waktu tersebut.
Kerry, saat konferensi pers dengan Lavrov, seperti dikutip Reuters, mengatakan, bahwa di bawah perjanjian tersebut, inspektur senjata PBB harus berada di tanah Suriah paling lambat November. Tujuannya, kata dia, untuk persiapan penghancuran senjata kimia Suriah pada pertengahan 2014.
Kerry mengatakan, jika Suriah tidak mematuhi perjanjian, Suriah akan menghadapi konsekuensi di bawah Bab 7 Piagam PBB. Yakni, mencakup sanksi dan dan aksi militer.
Presiden AS Barack Obama, mengatakan, tidak ada pilihan lain, jika Suriah melanggar kesepakatan. ”Tidak ada pilihan,” katanya. Sedangkan Laavrov berujar, ”Kesepakatan tidak mengatakan tentang penggunaan kekuatan dan bukan tentang sanksi otomatis.”
(esn)