Pengadilan Kamboja tolak gugatan oposisi soal pejabat pemilu
Sabtu, 14 September 2013 - 03:41 WIB
Pengadilan Kamboja tolak gugatan oposisi soal pejabat pemilu
A
A
A
Sindonews.com – Pengadilan Kota Phnom Penh, Kamboja, pada Jumat (3/9/2013), menolak gugatan yang diajukan oleh partai oposisi terhadap tiga pejabat senior Komite Pemilihan Umum, yang diduga memalsukan dokumen publik.
"Setelah memeriksa gugatan itu, Jaksa dari Pengadilan Kota Phnom Penh berpikir hal ini tidak berada di bawah wewenang pengadilan," kata Meas Chanpisith, Wakil Jaksa Pengadilan Kota Phnom Penh, dalam sebuah surat yang dilayangkah kepada pihak penggugat, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP).
Penolakan itu muncul, setelah CNRP pada Rabu (11/9/2013), mengajukan gugatan terhadap Im Suosdey Presiden Komite Pemilihan Nasional (NEC), Nytha Tep (Sekjen NEC), dan Heu Rong (Kepala Departemen Operasi NEC). Ketiganya dituduh memalsukan dan menggunakan dokumen publik palsu.
Dalam gugatannya ke pengadilan, CNRP menuduh ketiga orang itu memalsukan nama pemilih dalam daftar pemilih, dokumen publik, dan hasil pemilu.
Sebelumnya pada pekan lalu, Dewan Konstitusi Kamboja (CCC), telah menyatakan putusan final pemilu yang baru saja berlangsung di negara itu. CCC juga menolak semua keluhan yang diajukan oleh CNRP terhadap hasil pemilu 28 Juli lalu dan memberikan kemenangan kepada partai yang berkuasa pimpian Perdana Menteri Hun Sen.
"Setelah memeriksa gugatan itu, Jaksa dari Pengadilan Kota Phnom Penh berpikir hal ini tidak berada di bawah wewenang pengadilan," kata Meas Chanpisith, Wakil Jaksa Pengadilan Kota Phnom Penh, dalam sebuah surat yang dilayangkah kepada pihak penggugat, Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP).
Penolakan itu muncul, setelah CNRP pada Rabu (11/9/2013), mengajukan gugatan terhadap Im Suosdey Presiden Komite Pemilihan Nasional (NEC), Nytha Tep (Sekjen NEC), dan Heu Rong (Kepala Departemen Operasi NEC). Ketiganya dituduh memalsukan dan menggunakan dokumen publik palsu.
Dalam gugatannya ke pengadilan, CNRP menuduh ketiga orang itu memalsukan nama pemilih dalam daftar pemilih, dokumen publik, dan hasil pemilu.
Sebelumnya pada pekan lalu, Dewan Konstitusi Kamboja (CCC), telah menyatakan putusan final pemilu yang baru saja berlangsung di negara itu. CCC juga menolak semua keluhan yang diajukan oleh CNRP terhadap hasil pemilu 28 Juli lalu dan memberikan kemenangan kepada partai yang berkuasa pimpian Perdana Menteri Hun Sen.
(esn)