Sekjen PBB belum terima laporan serangan kimia di Suriah
Sabtu, 14 September 2013 - 03:36 WIB
Sekjen PBB belum terima laporan serangan kimia di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB, Ban Ki-moon, menyatakan pada Jumat (13/9/2013), bahwa hingga kini dirinya belum menerima laporan dari tim ahli senjata kimia yang telah melakukan penyelidikan di Damaskus, Suriah, atas adanya dugaan serangan senjata kimia di wilayah itu.
"Saya percaya, bahwa laporan ini akan menjadi luar biasa, laporan kuat soal senjata kimia (yang) digunakan, meskipun saya tidak bisa mengatakan secara terbuka pada saat ini, sebelum saya menerima laporan ini," kata Ki-moon pada pertemuan PBB.
Menurutnya, laporan dari tim ahli kimia PBB itu,kemungkinan akan mengkonfirmasi gas beracun apa yang digunakan dalam serangan 21 Agustus di pinggiran kota Damaskus, yang menewaskan ratusan orang.
Tim penyidik PBB yang telah melakukan penyelidikan di Damaskus itu dipimpin oleh ahli kimia Swedia, Ake Sellstrom. Tim ini melakukan penyelidikan selama 4 hari di Damaksus dan telah menemui korban selamat dari serangan senjata kimia tersebut.
Menurut Ki-moon, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melakukan banyak kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, ki-moon tidak mengatakan, apakah pasukan Assad atau pemberontak yang melancarkan serangan senjata kimia pada 21 Agustus silam.
"Saya percaya, bahwa laporan ini akan menjadi luar biasa, laporan kuat soal senjata kimia (yang) digunakan, meskipun saya tidak bisa mengatakan secara terbuka pada saat ini, sebelum saya menerima laporan ini," kata Ki-moon pada pertemuan PBB.
Menurutnya, laporan dari tim ahli kimia PBB itu,kemungkinan akan mengkonfirmasi gas beracun apa yang digunakan dalam serangan 21 Agustus di pinggiran kota Damaskus, yang menewaskan ratusan orang.
Tim penyidik PBB yang telah melakukan penyelidikan di Damaskus itu dipimpin oleh ahli kimia Swedia, Ake Sellstrom. Tim ini melakukan penyelidikan selama 4 hari di Damaksus dan telah menemui korban selamat dari serangan senjata kimia tersebut.
Menurut Ki-moon, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah melakukan banyak kejahatan terhadap kemanusiaan. Namun, ki-moon tidak mengatakan, apakah pasukan Assad atau pemberontak yang melancarkan serangan senjata kimia pada 21 Agustus silam.
(esn)