Berpakaian wanita, cara para pria Kurdi kampanye feminisme

Kamis, 12 September 2013 - 15:55 WIB
Berpakaian wanita, cara...
Berpakaian wanita, cara para pria Kurdi kampanye feminisme
A A A
Sindonews.com - Pada April 2013 lalu, beredar gambar para laki-laki Kurdi di situs jejaring sosia Facebook, yang menarik perhatian. Musababnya, para pria Timur Tengah itu, mengenakan pakaian wanita.

Aksi itu bukan tindakan iseng semata, melainkan sebagai kampanye yang mereka sebut sebagai gerakan “Pria Kurdi untuk Kesetaraan”. Dalam kampanye itu, mereka begitu percaya diri membalut tubuh mereka dengan pakaian tradisional perempuan Kurdi yang warna-warni.

Tua, muda, termasuk yang berkumis pun ikut menengenakan pakaian wanita. Mereka, kini gencar mengampanyekan politik dan feminisme secara bersamaan. Bagi masyarakat kurdi, politik dan feminisme harus berjalan beriringan. ”Anda tidak bisa memisahkan keduanya,” kata Dilar Dirik, seorang aktivis Kurdi, yang studi di Universitas Cambridge.

”Ini langkah politik terhadap rezim Iran, dan rezim yang kebetulan menindas terhadap pria dan perempuan Kurdi. Bukan hanya perempuan Kurdi, tetapi semua perempuan,” lanjut Dirik, seperti dikutip CNN, Kamis (12/9/2013).

Aktivis Kurdi lainnya, Pedram Penhan mengatakan, sebagai seorang aktivis, dia akan melakukan apa pun yang memungkinkan untuk membuat dunia menjadi lebih baik bagi setiap manusia. Kampanye feminisme itu, disukai belasan ribu pengguna Facebook.

Mereka meluncurkan kampanye feminisme dengan cara seperti itu, setelah pengadilan Iran di wilayah Kurdi Marivan, menghukum seorang pria karena kasus kekerasan dalam rumah tangga, dengan cara diminta untuk berjalan-jalan mengenakan pakaian wanita.

”Menjadi seorang wanita bukanlah alat untuk mempermalukan atau menghukum siapa pun,” kata Fathi, seorang aktivis aktivis feminisme yang menulis kritikan terhadap rezim Iran di akun Facebook-nya.

”Wanita adalah bagian dari kepribadian kita, karakter kita. Jika kita menindas salah satu bagian dari karakter kita, kita menindas diri kita sendiri,” ujar Fathi dalam sebuah wawancara dengan Kurdistan Tribune. ”Jika salah satu bagian dari kita tidak bebas, kami seluruhnya tidak bisa bebas.”
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved