DK PBB bahas proposal Rusia untuk Suriah
Kamis, 12 September 2013 - 10:33 WIB
DK PBB bahas proposal Rusia untuk Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Utusan dari lima anggota tetap Dewan Keamanan (DK) PBB telah bertemu di New York, Kamis (12/9/2013) untuk membahas rencana Rusia, yang berisi agar Suriah menyerahkan senjata kimia di bawah pengawasan internasional.
Presiden Rusia, Vladimir Putin memegang komitmen Amerika Serikat (AS) yang mengutamakan diplomasi ketimbang kekuatan militer.
Proposal Rusia untuk sekutunya, Suriah itu juga kembali memicu “pertikaian” para anggota DK PBB. Pasalnya, Inggris, AS dan Perancis sangat menginginkan ada bingkai resolusi PBB untuk Suriah dalam proposal tersebut.
Artinya, ada konsekuensi yang keras, jika Suriah melanggar syarat dalam proposal itu. Namun, Rusia lebih memilih deklarasi untuk Suriah yang tidak mengikat. Rusia dan AS, hari ini (12/9/2013), juga dijadwalkan mengadakan pembicaraan bilateral di Jenewa.
”Potensi serangan oleh AS terhadap Suriah, kendati ada penentangan kuat dari berbagai negara, pemimpin politik dan pemimpin agama, termasuk Paus, akan menimbulkan lebih banyak korban tidak bersalah. Serta memunculkan eskalasi yang berpotensi memperparah konflik hingga ke perbatasan Suriah,” tulis Putin di New York Times.
Menurut Putin, manfaat forum DK PBB adalah sebagai salah satu dari beberapa cara untuk menjaga hubungan internasional agar tidak tergelincir ke dalam kekacauan.
Suriah sendiri telah mendukung proposal Rusia, untuk menyerahkan senjata kimia di bawah pengawasan internasional. Sedangkan AS telah menunda serangan militer, dan mengupayakan diplomasi yang digagas Rusia.
Presiden Rusia, Vladimir Putin memegang komitmen Amerika Serikat (AS) yang mengutamakan diplomasi ketimbang kekuatan militer.
Proposal Rusia untuk sekutunya, Suriah itu juga kembali memicu “pertikaian” para anggota DK PBB. Pasalnya, Inggris, AS dan Perancis sangat menginginkan ada bingkai resolusi PBB untuk Suriah dalam proposal tersebut.
Artinya, ada konsekuensi yang keras, jika Suriah melanggar syarat dalam proposal itu. Namun, Rusia lebih memilih deklarasi untuk Suriah yang tidak mengikat. Rusia dan AS, hari ini (12/9/2013), juga dijadwalkan mengadakan pembicaraan bilateral di Jenewa.
”Potensi serangan oleh AS terhadap Suriah, kendati ada penentangan kuat dari berbagai negara, pemimpin politik dan pemimpin agama, termasuk Paus, akan menimbulkan lebih banyak korban tidak bersalah. Serta memunculkan eskalasi yang berpotensi memperparah konflik hingga ke perbatasan Suriah,” tulis Putin di New York Times.
Menurut Putin, manfaat forum DK PBB adalah sebagai salah satu dari beberapa cara untuk menjaga hubungan internasional agar tidak tergelincir ke dalam kekacauan.
Suriah sendiri telah mendukung proposal Rusia, untuk menyerahkan senjata kimia di bawah pengawasan internasional. Sedangkan AS telah menunda serangan militer, dan mengupayakan diplomasi yang digagas Rusia.
(esn)