PBB: Rezim Suriah bertanggung jawab atas pembantaian di Banias
Rabu, 11 September 2013 - 23:04 WIB
PBB: Rezim Suriah bertanggung jawab atas pembantaian di Banias
A
A
A
Sindonews.com – Penyelidik PBB telah menetapkan, bahwa pasukan Pemerintah Suriah hampir pasti bertanggung jawab atas dua pembantaian yang terjadi pada Mei lalu, yang menewaskan 450 warga sipil. Demikian dinyatakan dalam sebuah laporan PBB yang dikeluarkan pada Rabu (11/9/2013).
Seperti dilaporkan Reuters, laporan PBB tersebut mendokumentasikan delapan pembunuhan massal, yang tujuh di antaranya dihubungkan dengan pasukan Pemerintah Suriah. Laporan itu juga menyebut, baik tentara Pemerintah Suriah maupun pemberonyak, sama-sama telah melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, penyanderaan, dan penembakan terhadap warga sipil .
Menurut laporan itu, pembantaian di Kota Banias terjadi di wilayah Baida dan Ras al-Nabaa, dua kantong simpatisan pemberontak yang dikelilingi oleh desa-desa yang setia kepada Assad. Pembantaian ini tidak melibatkan pertempuran dengan pejuang pemberontak dan dirancang untuk mengirim pesan pencegahan kepada musuh.
Komisi penyelidik PBB memang belum diizinkan masuk ke Suriah, tapi 20 peneliti PBB telah melakukan wawancara dengan 258 pengungsi, pembelot, dan pihak-pihak lain di wilayah tersebut dan di Jenewa. Termasuk wawncara melalui Skype.
Laporan itu menyatakan, di Baida warga sipil yang tewas berkisar antara 150 hingga 250, termasuk 30 perempuan. Para korban tampaknya dieksekusi dan ditemukan dalam satu rumah. Dikatakan, pemberontak bersenjata tidak aktif di daerah tersebut pada saat terjadinya pembantaian itu.
"Ada kesaksian yang konsisten, bahwa anggota Angkatan Pertahanan Nasional secara aktif terlibat dalam serangan dan dalam banyak kasus," kata laporan setebal 42 halaman itu. "Dengan demikian, ada alasan yang kuat untuk percaya, bahwa pasukan pemerintah dan milisi yang berafiliasi, termasuk Angkatan Pertahanan Nasional adalah pelaku pembantaian al-Bayda (Baida),” lanjut laporan itu.
Seperti dilaporkan Reuters, laporan PBB tersebut mendokumentasikan delapan pembunuhan massal, yang tujuh di antaranya dihubungkan dengan pasukan Pemerintah Suriah. Laporan itu juga menyebut, baik tentara Pemerintah Suriah maupun pemberonyak, sama-sama telah melakukan kejahatan perang, termasuk pembunuhan, penyanderaan, dan penembakan terhadap warga sipil .
Menurut laporan itu, pembantaian di Kota Banias terjadi di wilayah Baida dan Ras al-Nabaa, dua kantong simpatisan pemberontak yang dikelilingi oleh desa-desa yang setia kepada Assad. Pembantaian ini tidak melibatkan pertempuran dengan pejuang pemberontak dan dirancang untuk mengirim pesan pencegahan kepada musuh.
Komisi penyelidik PBB memang belum diizinkan masuk ke Suriah, tapi 20 peneliti PBB telah melakukan wawancara dengan 258 pengungsi, pembelot, dan pihak-pihak lain di wilayah tersebut dan di Jenewa. Termasuk wawncara melalui Skype.
Laporan itu menyatakan, di Baida warga sipil yang tewas berkisar antara 150 hingga 250, termasuk 30 perempuan. Para korban tampaknya dieksekusi dan ditemukan dalam satu rumah. Dikatakan, pemberontak bersenjata tidak aktif di daerah tersebut pada saat terjadinya pembantaian itu.
"Ada kesaksian yang konsisten, bahwa anggota Angkatan Pertahanan Nasional secara aktif terlibat dalam serangan dan dalam banyak kasus," kata laporan setebal 42 halaman itu. "Dengan demikian, ada alasan yang kuat untuk percaya, bahwa pasukan pemerintah dan milisi yang berafiliasi, termasuk Angkatan Pertahanan Nasional adalah pelaku pembantaian al-Bayda (Baida),” lanjut laporan itu.
(esn)