Bentrok demonstran & polisi Turki, 1 orang tewas
Selasa, 10 September 2013 - 19:06 WIB
Bentrok demonstran & polisi Turki, 1 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah warga Turki turun ke jalan-jalan utama di Kota Antakya dan Istanbul untuk menggelar aksi unjuk rasa menuntut keadilan kepada pemerintah atas Berkin Elvan, remaja 14 tahun yang masih koma setelah terluka parah dalam benrok menentang penghancuran Taman Gezi pada Juni lalu.
Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berujung pada bentrok, setelah aparat keamanan berupaya membubarkan kerumunan para demonstran."Kami ingin keadilan bagi Berkin Elvan," teriak para pengunjuk rasa.
Di Ibu Kota Istanbul, bentrok pecah setelah aparat kepolisian menembakan meriam air untuk membubarkan aksi para demostran. Tak terima dengan sikap aparat kepolisian, demostran yang berasal dari kelompok sayap kiri itu melemparkan bom molotov ke arah aparat keamanan.
Sementara itu, di selatan Kota Antakya, dekat perbatasan Suriah, bentrok antara polisi dan demostran Turki menewaskan seorang pria berusia 22 tahun. "Seorang pria 22 tahun meninggal setelah dipukul menggunakan tabung gas air mata di bagian kepala," demikian dilaporkan Dogan, kantor berita Turki, Selasa (10/9/2013).
Elvan sendiri adalah seorang remaja yang terjebak di lokasi bentrokan pada Juni lalu, setelah disuruh oleh orang tuanya untuk membeli beberapa bongkah roti ke Istanbul. Remaja itu terkena pukulan tabung gas air mata di bagian kepala oleh aparat kepolisian. Hingga saat ini Elvan belum sadarkan diri dan masih menjalankan perawatan di rumah sakit.
Seperti diketahui, awal Juni lalu ribuan warga Turki turun ke jalan memprotes pembongkaran taman Taksim Gezi untuk diubah menjadi mal baru di Kota Istanbul. Para demonstran tak surut langkah, meski aparat kepolisian setempat bertindak keras terhadap mereka. Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes pembangunan mal baru di lokasi taman, sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mengubah Taksim Gezi yang selama ini telah menjadi simbol kota itu.
Unjuk rasa yang awalnya berlangsung damai berujung pada bentrok, setelah aparat keamanan berupaya membubarkan kerumunan para demonstran."Kami ingin keadilan bagi Berkin Elvan," teriak para pengunjuk rasa.
Di Ibu Kota Istanbul, bentrok pecah setelah aparat kepolisian menembakan meriam air untuk membubarkan aksi para demostran. Tak terima dengan sikap aparat kepolisian, demostran yang berasal dari kelompok sayap kiri itu melemparkan bom molotov ke arah aparat keamanan.
Sementara itu, di selatan Kota Antakya, dekat perbatasan Suriah, bentrok antara polisi dan demostran Turki menewaskan seorang pria berusia 22 tahun. "Seorang pria 22 tahun meninggal setelah dipukul menggunakan tabung gas air mata di bagian kepala," demikian dilaporkan Dogan, kantor berita Turki, Selasa (10/9/2013).
Elvan sendiri adalah seorang remaja yang terjebak di lokasi bentrokan pada Juni lalu, setelah disuruh oleh orang tuanya untuk membeli beberapa bongkah roti ke Istanbul. Remaja itu terkena pukulan tabung gas air mata di bagian kepala oleh aparat kepolisian. Hingga saat ini Elvan belum sadarkan diri dan masih menjalankan perawatan di rumah sakit.
Seperti diketahui, awal Juni lalu ribuan warga Turki turun ke jalan memprotes pembongkaran taman Taksim Gezi untuk diubah menjadi mal baru di Kota Istanbul. Para demonstran tak surut langkah, meski aparat kepolisian setempat bertindak keras terhadap mereka. Polisi dilaporkan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa yang memprotes pembangunan mal baru di lokasi taman, sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk mengubah Taksim Gezi yang selama ini telah menjadi simbol kota itu.
(esn)