Sekjen PBB kembali peringatkan konsekuensi serangan ke Suriah
Jum'at, 06 September 2013 - 23:16 WIB
Sekjen PBB kembali peringatkan konsekuensi serangan ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sekjen PBB, Ban Ki-moon, kembali menyerukan perlunya menghindari militerisasi lebih lanjut dari konflik Suriah. “Aksi militer terhadap Suriah memiliki konsekuensi yang sangat serius, khususnya di sisi kemanusiaan. Militerisasi konflik harus dihindari," kata Ki-moon di sela-sela KTT G20, Jumat (5/9/2013).
Menurut Ki-moon, situasi kemanusiaan di Suriah kian mengerikan dan terus memburuk. "Seperti yang Anda tahu, lebih dari 4,25 juta orang telah terlantar di Suriah dan dua juta orang telah melarikan diri dari negara itu," ujar Ki-moon, seperti dikutip dari Xinhua.
Ia menyatakan, krisis kemanusiaan di Suriah belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Ki-moon pun mendesak masyarakat internasional untuk melakukan segala sesuatu guna menghentikan penderitaan rakyat Suriah.
“PBB bertekad untuk "memperbaharui upaya" guna mengadakan konferensi Jenewa sesegera mungkin. Sebuah hasil politik yang layak di Suriah harus melihat implementasi penuh dari konferensi Jenewa,” jelas Ki-moon.
"Kita semua di sini, di KTT G20, dan juga di Dewan Keamanan, mengenali kebutuhan untuk solusi politik untuk krisis kemanusiaan yang tragis dan berkepanjangan,” ucap Ki-moon. "Mari kita gunakan ini sebagai titik awal untuk tindakan kita yang terfokus dan positif," katanya.
Menurutnya, meski situasi di Suriah kian rawan, personil PBB yang berada di Suriah tidak memiliki rencana untuk meninggalkan negara itu. Saat ini PBB memiliki 4.500 staf di Suriah.
Menurut Ki-moon, situasi kemanusiaan di Suriah kian mengerikan dan terus memburuk. "Seperti yang Anda tahu, lebih dari 4,25 juta orang telah terlantar di Suriah dan dua juta orang telah melarikan diri dari negara itu," ujar Ki-moon, seperti dikutip dari Xinhua.
Ia menyatakan, krisis kemanusiaan di Suriah belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Ki-moon pun mendesak masyarakat internasional untuk melakukan segala sesuatu guna menghentikan penderitaan rakyat Suriah.
“PBB bertekad untuk "memperbaharui upaya" guna mengadakan konferensi Jenewa sesegera mungkin. Sebuah hasil politik yang layak di Suriah harus melihat implementasi penuh dari konferensi Jenewa,” jelas Ki-moon.
"Kita semua di sini, di KTT G20, dan juga di Dewan Keamanan, mengenali kebutuhan untuk solusi politik untuk krisis kemanusiaan yang tragis dan berkepanjangan,” ucap Ki-moon. "Mari kita gunakan ini sebagai titik awal untuk tindakan kita yang terfokus dan positif," katanya.
Menurutnya, meski situasi di Suriah kian rawan, personil PBB yang berada di Suriah tidak memiliki rencana untuk meninggalkan negara itu. Saat ini PBB memiliki 4.500 staf di Suriah.
(esn)