Iran: Intervensi militer di Suriah tak untungkan siapa pun
Kamis, 05 September 2013 - 03:50 WIB
Iran: Intervensi militer di Suriah tak untungkan siapa pun
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Iran sangat menentang setiap kemungkinan intervensi militer di Suriah. Menurut Preside Iran, Hassan Rouhani, setiap tindakan militer terhadap Suriah akan merugikan semua pihak.
“Setiap intervensi militer di Suriah tidak akan menguntungkan siapa pun," kata Rouhani, Rabu (4/9/2013). Dia menambahkan, bahwa keamanan dan stabilitas Suriah sangatlah penting bagi Iran. “Jika Suriah dihadapkan pada masalah, Republik Islam Iran akan memberi mereka bantuan kemanusiaan,” lanjut Rouhani, seperti dikutip dari Mehr.
"Kami percaya, bahwa masalah utama Suriah adalah intervensi asing dan membuka ruang untuk para teroris," kata Rouhani. Ia menekankan, bahwa "suara rakyat dan tuntutan mereka" harus dianggap sebagai kriteria untuk masa depan Suriah.
Saat ini, Amerika Serikat (AS) tengah bersiap untuk menyerang Suriah. Pemimpin Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan mendukung kebijakan Presiden Barack Obama untuk menyerang Suriah.
Rancangan yang disetujui senat, AS diizinkan menggempur Suriah dalam tempo 60 hari, dan kemungkinan dapat perpanjangan waktu 30 hari. Keputusan senat itu, akan disampaikan dalam pemungutan suara Kongres atau Parlemen AS pada 9 September 2013.
Ketua DPR dari Partai Republik AS, John Boehner, mengatakan, bahwa ia akan mendukung mosi presiden untuk melakukan serangan terhadap rezim Bashar al-Assad atas dugaan penggunaan senjata kimia. Boehner menyerukan rekan-rekan dari partainya untuk mendukung agresi militer AS itu.
“Setiap intervensi militer di Suriah tidak akan menguntungkan siapa pun," kata Rouhani, Rabu (4/9/2013). Dia menambahkan, bahwa keamanan dan stabilitas Suriah sangatlah penting bagi Iran. “Jika Suriah dihadapkan pada masalah, Republik Islam Iran akan memberi mereka bantuan kemanusiaan,” lanjut Rouhani, seperti dikutip dari Mehr.
"Kami percaya, bahwa masalah utama Suriah adalah intervensi asing dan membuka ruang untuk para teroris," kata Rouhani. Ia menekankan, bahwa "suara rakyat dan tuntutan mereka" harus dianggap sebagai kriteria untuk masa depan Suriah.
Saat ini, Amerika Serikat (AS) tengah bersiap untuk menyerang Suriah. Pemimpin Senat Komite Hubungan Luar Negeri AS, mengatakan mereka telah mencapai kesepakatan mendukung kebijakan Presiden Barack Obama untuk menyerang Suriah.
Rancangan yang disetujui senat, AS diizinkan menggempur Suriah dalam tempo 60 hari, dan kemungkinan dapat perpanjangan waktu 30 hari. Keputusan senat itu, akan disampaikan dalam pemungutan suara Kongres atau Parlemen AS pada 9 September 2013.
Ketua DPR dari Partai Republik AS, John Boehner, mengatakan, bahwa ia akan mendukung mosi presiden untuk melakukan serangan terhadap rezim Bashar al-Assad atas dugaan penggunaan senjata kimia. Boehner menyerukan rekan-rekan dari partainya untuk mendukung agresi militer AS itu.
(esn)