Kuba minta DK PBB cegah serangan militer ke Suriah
Selasa, 03 September 2013 - 14:22 WIB
Kuba minta DK PBB cegah serangan militer ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kuba mendesak Dewan Keamanan (DK) dan Majelis Umum PBB berupaya untuk mencegah serangan militer terhadap Suriah. Demikian isi pernyataan Kementerian Luar Negeri Kuba yang dirilis, Senin (2/9/2013).
"Pemerintah Kuba percaya kepada Majelis Umum, satu-satunya badan PBB yang mewakili semua negara di dunia ini seharusnya bertanggung jawab untuk menghentikan agresi, khususnya setelah DK PBB yang didominasi oleh Amerika Serikat (AS) tak mampu lagi membuat keputusan," kata pernyataan itu.
"Pemerintah Kuba juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon agar terlibat langsung mencegah terjadinya sebuah peristiwa yang disajikan oleh Presiden AS. Sekjen harus segera menggelar diplomasi, sebagai bentuk implementasi tanggung jawab yang besar dari kantornya, menjaga perdamaian dan stabilitas global," lanjut isi pernyataan tersebut.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kuba juga mengutuk rencana Presiden AS, Barack Obama untuk menyerang salah satu negara Arab. "Jika Kongres AS menolak serangan yang diusulkanoleh Presiden AS, sama seperti yang dilakukan dengan anggota parlemen Inggris, maka keputusan itu akan menjadi sebuah kontribusi yang mengejutkan dan berharga bagi perdamaian dunia. Tapi, jika mereka menyetujui tindakan tersebut, maka Kongres AS harus bersiap meneriman konsekuensi dalam catatan sejarah mereka,"
Mengakhiri isi pernyataanya, pemerintah Kuba mendesak pada negara di dunia untuk menyelesaikan setiap masalah lewat saluran diplomatik, bukan terus membiarkan pertumpahan darah berlanjut.
"Pemerintah Kuba percaya kepada Majelis Umum, satu-satunya badan PBB yang mewakili semua negara di dunia ini seharusnya bertanggung jawab untuk menghentikan agresi, khususnya setelah DK PBB yang didominasi oleh Amerika Serikat (AS) tak mampu lagi membuat keputusan," kata pernyataan itu.
"Pemerintah Kuba juga mendesak Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon agar terlibat langsung mencegah terjadinya sebuah peristiwa yang disajikan oleh Presiden AS. Sekjen harus segera menggelar diplomasi, sebagai bentuk implementasi tanggung jawab yang besar dari kantornya, menjaga perdamaian dan stabilitas global," lanjut isi pernyataan tersebut.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Kuba juga mengutuk rencana Presiden AS, Barack Obama untuk menyerang salah satu negara Arab. "Jika Kongres AS menolak serangan yang diusulkanoleh Presiden AS, sama seperti yang dilakukan dengan anggota parlemen Inggris, maka keputusan itu akan menjadi sebuah kontribusi yang mengejutkan dan berharga bagi perdamaian dunia. Tapi, jika mereka menyetujui tindakan tersebut, maka Kongres AS harus bersiap meneriman konsekuensi dalam catatan sejarah mereka,"
Mengakhiri isi pernyataanya, pemerintah Kuba mendesak pada negara di dunia untuk menyelesaikan setiap masalah lewat saluran diplomatik, bukan terus membiarkan pertumpahan darah berlanjut.
(esn)