Korsel & Korut gelar pertemuan pertama di Kaesong
Senin, 02 September 2013 - 22:38 WIB
Korsel & Korut gelar pertemuan pertama di Kaesong
A
A
A
Sindonews.com – Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) mengadakan pertemuan pertama di Kaesong, Senin (2/9/2013). Tugas dari komite yang hadir dalam pertemuan ini adalah untuk membuka kembali zona industri gabungan Kaesong, lima bulan setelah zona industri itu ditutup karena meningkatnya ketegangan militer.
Korsel dan Korut masing-masing diwakili oleh 5 pejabat. Pembicaraan dimulai sejak pukul 10 pagi waktu setempat, dengan agenda awal berfokus pada proses membuka kembali kompleks industri gabungan satu-satunya di Semenanjung Korea itu.
"Kami akan mencoba sebaik mungkin untuk menemukan kembali cara membuat Kaesong sebagai kompleks industri internasional yang kompetitif, di mana perusahaan kami dapat beroperasi tanpa khawatir dan pengusaha asing juga ingin datang," kata Kim Ki-woong, Kepala Delegasi Korsel, sebelum meninggalkan Seoul.
Bulan lalu, kedua Korea sepakat untuk bekerja sama guna melanjutkan operasional zona industri Kaesong, yang merupakan sumber devisa penting bagi Pyongyang. Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Korut menerima tuntutan Korsel yang meminta investor asing dilibatkan dalam operasional di Kaesong.
Zona industri Kaesong didirikan pada 2004, yang berlokasi di wilayah Korut. Zona industri ini dihuni oleh 123 pabrik Korsel dan mempekerjakan 53 ribu warga Korut.
Korsel dan Korut masing-masing diwakili oleh 5 pejabat. Pembicaraan dimulai sejak pukul 10 pagi waktu setempat, dengan agenda awal berfokus pada proses membuka kembali kompleks industri gabungan satu-satunya di Semenanjung Korea itu.
"Kami akan mencoba sebaik mungkin untuk menemukan kembali cara membuat Kaesong sebagai kompleks industri internasional yang kompetitif, di mana perusahaan kami dapat beroperasi tanpa khawatir dan pengusaha asing juga ingin datang," kata Kim Ki-woong, Kepala Delegasi Korsel, sebelum meninggalkan Seoul.
Bulan lalu, kedua Korea sepakat untuk bekerja sama guna melanjutkan operasional zona industri Kaesong, yang merupakan sumber devisa penting bagi Pyongyang. Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Korut menerima tuntutan Korsel yang meminta investor asing dilibatkan dalam operasional di Kaesong.
Zona industri Kaesong didirikan pada 2004, yang berlokasi di wilayah Korut. Zona industri ini dihuni oleh 123 pabrik Korsel dan mempekerjakan 53 ribu warga Korut.
(esn)