Kapal Nimitz AS bergerak dekati Suriah
Senin, 02 September 2013 - 09:29 WIB
Kapal Nimitz AS bergerak dekati Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Kapal bertenaga nuklir Nimitz milik Amerika Serikat, dan kapal lainnya begerak menuju ke Laut Merah, dekat wilayah Suriah. Kapal Nimitz yang digunakan untuk mengangkut pesawat-pesawat AS itu, dikerahkan untuk mendukung rencana invasi militer AS ke Suriah, jika sudah ada perintah.
Demikian disampaikan pejabat Pertahanan AS, pada Minggu (1/9/2013). Kapal Nimitz memuat empat perusak dan sebuah kapal pesiar. Menurut pejabat tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (2/9/2013), tidak ada perintah khusus untuk memindahkan kapal-kapal itu ke Mediterania timur. Tapi, sudah bergerak ke arah barat di Laut Arab. Kapal itu siap beraksi jika mendapatkan perintah langsung.
”Ini cara mengoptimalkan peralatan yang dimiliki, yang siap untuk melakukan penyerangan, jika diperlukan,” kata pejabat tersebut. ”Kami mencoba untuk mengurangi ruang gerak dan waktu, sehingga kita siap jika harus dibutuhkan.”
Presiden AS, Barack Obama pada Sabtu (31/8/2013), menunda perintah untuk mengerahkan lima kapal penghancur di lepas pantai Suriah, sebelum ada keputusan dari Kongres AS. Kongres AS memiliki waktu Sembilan hari untuk memutuskan tindakan untuk Suriah.
Penundaan untuk menyerang Suriah itu, dimanfaatkan pihak militer AS untuk menyiapkan peralatan tempur mereka di wilayah yang berdekatan dengan Suriah.
Sedangkan Angkatan Laut AS, sudah menempatkan peralatannya dua kali lipat di timur Mediterania selama seminggu terakhir. Namun, para pejaat Pertahanan AS mengatakan, peralatan militer itu, juga kemungkinan digunakan untuk mengevakuasi berbagai hal non-militer dari Suriah.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan, bukti kepemilikan senjata kimia oleh rezim Presiden Bashar al-Assad, dikumpulkan sumber internal AS sendiri. ”Dalam 24 jam terakhir, kami mempelajari sampel yang diberikan kepada AS yang diambil dari wilayah Damaskus timur. Ada sampel rambut dan sampel darah yang telah teruji positif korban gas sarin, kata Kerry, kepada NBC Meet The Press.
Demikian disampaikan pejabat Pertahanan AS, pada Minggu (1/9/2013). Kapal Nimitz memuat empat perusak dan sebuah kapal pesiar. Menurut pejabat tersebut, seperti dikutip Reuters, Senin (2/9/2013), tidak ada perintah khusus untuk memindahkan kapal-kapal itu ke Mediterania timur. Tapi, sudah bergerak ke arah barat di Laut Arab. Kapal itu siap beraksi jika mendapatkan perintah langsung.
”Ini cara mengoptimalkan peralatan yang dimiliki, yang siap untuk melakukan penyerangan, jika diperlukan,” kata pejabat tersebut. ”Kami mencoba untuk mengurangi ruang gerak dan waktu, sehingga kita siap jika harus dibutuhkan.”
Presiden AS, Barack Obama pada Sabtu (31/8/2013), menunda perintah untuk mengerahkan lima kapal penghancur di lepas pantai Suriah, sebelum ada keputusan dari Kongres AS. Kongres AS memiliki waktu Sembilan hari untuk memutuskan tindakan untuk Suriah.
Penundaan untuk menyerang Suriah itu, dimanfaatkan pihak militer AS untuk menyiapkan peralatan tempur mereka di wilayah yang berdekatan dengan Suriah.
Sedangkan Angkatan Laut AS, sudah menempatkan peralatannya dua kali lipat di timur Mediterania selama seminggu terakhir. Namun, para pejaat Pertahanan AS mengatakan, peralatan militer itu, juga kemungkinan digunakan untuk mengevakuasi berbagai hal non-militer dari Suriah.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan, bukti kepemilikan senjata kimia oleh rezim Presiden Bashar al-Assad, dikumpulkan sumber internal AS sendiri. ”Dalam 24 jam terakhir, kami mempelajari sampel yang diberikan kepada AS yang diambil dari wilayah Damaskus timur. Ada sampel rambut dan sampel darah yang telah teruji positif korban gas sarin, kata Kerry, kepada NBC Meet The Press.
(esn)