Sekjen PBB serukan solusi diplomatik di Suriah
Rabu, 28 Agustus 2013 - 23:50 WIB
Sekjen PBB serukan solusi diplomatik di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, pada Rabu (28/8/2013), menyerukan solusi diplomatik atas konflik Suriah. Ki-moon menyampaikan hal ini dalam sebuah pidato di Den Haag, Belanda.
"Suriah adalah tantangan terbesar dari perang dan perdamaian di dunia saat ini. Lembaga dipercayakan dengan memelihara perdamaian dan keamanan internasional, tidak dapat hilang dalam aksi," kata Ki-moon, mengacu pada Dewan Keamanan PBB.
Sebuah tim PBB saat ini sedang menyelidiki dugaan serangan senjata kimia yang diduga terjadi pada pekan lalu di dekat Damaskus. Dilaporkan, serangan ini menewaskan lebih dari 1.300 orang. Pemerintah Suriah membantah keras berada di balik serangan itu dan menantang Amerika Serikat untuk menunjukkan bukti-bukti.
Menurut Ki-monn, tim penyidik PBB itu belum menemukan informasi yang berharga. "Tim membutuhkan waktu untuk melakukan penelitian," katanya. "Mari kita berikan kesempatan perdamaian, memberikan kesempatan diplomasi. Hentikan pertempuran dan mulai berdialog,” lanjutnya.
Pernyataan Ki-moon ini dilontarkan, setelah Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, bahwa Inggris akan menyerahkan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB, sebagai upaya untuk mengotorisasi "langkah yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari serangan senjata kimia.
"Suriah adalah tantangan terbesar dari perang dan perdamaian di dunia saat ini. Lembaga dipercayakan dengan memelihara perdamaian dan keamanan internasional, tidak dapat hilang dalam aksi," kata Ki-moon, mengacu pada Dewan Keamanan PBB.
Sebuah tim PBB saat ini sedang menyelidiki dugaan serangan senjata kimia yang diduga terjadi pada pekan lalu di dekat Damaskus. Dilaporkan, serangan ini menewaskan lebih dari 1.300 orang. Pemerintah Suriah membantah keras berada di balik serangan itu dan menantang Amerika Serikat untuk menunjukkan bukti-bukti.
Menurut Ki-monn, tim penyidik PBB itu belum menemukan informasi yang berharga. "Tim membutuhkan waktu untuk melakukan penelitian," katanya. "Mari kita berikan kesempatan perdamaian, memberikan kesempatan diplomasi. Hentikan pertempuran dan mulai berdialog,” lanjutnya.
Pernyataan Ki-moon ini dilontarkan, setelah Perdana Menteri Inggris, David Cameron, mengatakan, bahwa Inggris akan menyerahkan rancangan resolusi ke Dewan Keamanan PBB, sebagai upaya untuk mengotorisasi "langkah yang diperlukan" untuk melindungi warga sipil dari serangan senjata kimia.
(esn)