Tim PBB temui korban selamat serangan senjata kimia di Suriah
Senin, 26 Agustus 2013 - 23:33 WIB
Tim PBB temui korban selamat serangan senjata kimia di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Tim penyidik PBB berhasil menemui dan berbicara dengan korban selamat serangan senjata kimia di Suriah, Senin (26/8/2013). “Meski konvoi mereka dihujani tembakan oleh sniper, namun tim berhasil berbicara dengan para korban selamat,” jelas Sekjen PBB, Ban Ki-moon, seperti dikutip dari AFP.
“Meskipun tim menghadapi keadaan yang sangat berbahaya, para peneliti tetap mengunjungi dua rumah sakit. Mereka mewawancarai saksi, korban, dan dokter. Mereka juga mengumpulkan beberapa sampel," lanjut Ki-moon dalam sebuah pernyataan video dari Seoul, Korea Selatan.
Menurut pejabat PBB tersebut, rumah sakit yang dikunjungi berada di Distrik al-Moadamiyet Sham, dekat Damaskus. Di lokasi ini, pada pertengahan pekan lalu dilaporkan telah terjadi serangan senjata kimia yang menewaskan 1.300 orang.
Ki-moon mengatakan, ia telah menginstruksikan kepada utusan perlucutan senjata PBB, Angela Kane, yang saat ini berada di Damaskus, untuk menyatakan kecaman yang kuat terhadap Pemerintah Suriah dan pihak berwenang di kubu oposisi, atas peristiwa penembakan terhadap tim PBB tersebut dan meminta semua pihak di Suriah untuk menjamin keamanan tim investigasi.
Pemberontak dan Pemerintah Suriah saling menyalahkan atas terjadinya penembakan terhadap tim PBB tersebut. Juru Bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan, sniper yang tak dikenal menembaki anggota tim ahli penyidik PBB yang sedang menyelidiki penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus. "Serangan itu memaksa tim menangguhkan pemeriksaan, tidak ada korban luka-luka dalam serangan penembakan itu," ungkap Nesirky.
“Meskipun tim menghadapi keadaan yang sangat berbahaya, para peneliti tetap mengunjungi dua rumah sakit. Mereka mewawancarai saksi, korban, dan dokter. Mereka juga mengumpulkan beberapa sampel," lanjut Ki-moon dalam sebuah pernyataan video dari Seoul, Korea Selatan.
Menurut pejabat PBB tersebut, rumah sakit yang dikunjungi berada di Distrik al-Moadamiyet Sham, dekat Damaskus. Di lokasi ini, pada pertengahan pekan lalu dilaporkan telah terjadi serangan senjata kimia yang menewaskan 1.300 orang.
Ki-moon mengatakan, ia telah menginstruksikan kepada utusan perlucutan senjata PBB, Angela Kane, yang saat ini berada di Damaskus, untuk menyatakan kecaman yang kuat terhadap Pemerintah Suriah dan pihak berwenang di kubu oposisi, atas peristiwa penembakan terhadap tim PBB tersebut dan meminta semua pihak di Suriah untuk menjamin keamanan tim investigasi.
Pemberontak dan Pemerintah Suriah saling menyalahkan atas terjadinya penembakan terhadap tim PBB tersebut. Juru Bicara PBB, Martin Nesirky mengatakan, sniper yang tak dikenal menembaki anggota tim ahli penyidik PBB yang sedang menyelidiki penggunaan senjata kimia di dekat Damaskus. "Serangan itu memaksa tim menangguhkan pemeriksaan, tidak ada korban luka-luka dalam serangan penembakan itu," ungkap Nesirky.
(esn)