Assad: AS hadapi kegagalan jika lancarkan serangan militer ke Suriah

Senin, 26 Agustus 2013 - 20:00 WIB
Assad: AS hadapi kegagalan...
Assad: AS hadapi kegagalan jika lancarkan serangan militer ke Suriah
A A A
Sindonews.com - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, Amerika Serikat (AS) akan menghadapi kegagalan jika memutuskan melancarkan intervensi ke Suriah. Demikian diungkapkan Assad dalam sebuah wawancara ekslusif dengan surat kabar Izvestia, yang dipublikasikan, Senin (26/8/2013).

Assad mengatakan, saat AS memutuskan untuk melancarkan perang, mereka selalu menghadapi hal yang sama. "AS menghadapi kegagalan seperti semua perang yang mereka lancarkan sebelumnya. Mulai dari perang Vietnam dan sampai apa yang terjadi dengan hari-hari kami," jelasnya.

"Perang mereka telah gagal sejak Vietnam. Tidakkah mereka belajar, bahwa mereka tidak dapat mencapai apapun, tapi malah menghancurkan negara tempat mereka berperang dan malah menciptakan instabilitas di Timur Tengah dan negara-negara lain di dunia," lanjut Assad.

"AS telah ikut serta dalam banyak perang, tapi mereka sama sekali tidak dapat mencapai tujuan politik dari perang yang mereka mulai itu. AS juga tidak dapat meyakinkan orang-orang di kawasan tentang kelayakan, kebijkan dan ide-ide perang mereka," ungkap Assad.

Dia kemudian mempertanyakan, apakah serangan militer dapat membuahkan kemenangan. "Kekuatan besar memang dapat melancarkan perang, tapi apakah mereka dapat memenangkan perang?," katanya.

Seperti diketahui, setahun lalu Presiden AS Barack Obama telah memperingatkan Pemerintah Suriah, bahwa penggunaan senjata kimia di Suriah akan melintasi "garis merah" dan memiliki "konsekuensi yang sangat besar". Peringatan itu semakin terlihat nyata setelah, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS, kemarin mengatakan, militer AS siap untuk mengambil tindakan terhadap Suriah.

"Presiden Obama telah meminta Departemen Pertahanan untuk mempersiapkan semua opsi. Kami telah melakukan itu," ungkap Hagel kepada para wartawan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. "Sekali lagi, kami siap untuk melakukan pilihan apa pun, jika ia memutuskan untuk menggunakan salah satu dari berbagai opsi itu," tegas Hagel.
(esn)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dituduh...
Amerika Serikat Dituduh sebagai Pencuri Minyak Suriah, Benarkah?
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Suriah yang Didanai Amerika Serikat, Benarkah Dibuat untuk Perdamaian?
Suriah Diterima Kembali...
Suriah Diterima Kembali ke Liga Arab, Amerika Serikat Kesal
Apakah Amerika Serikat...
Apakah Amerika Serikat Danai Pemberontak Suriah Gulingkan Assad? Ini Jawabannya
Rudal Hantam Pangkalan...
Rudal Hantam Pangkalan Militer Amerika Serikat di Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Berita Terkini
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
39 menit yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
55 menit yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
3 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
4 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
5 jam yang lalu
Infografis
Balas Serangan AS, Parlemen...
Balas Serangan AS, Parlemen Iran Setuju Tutup Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved