Respon terhadap Suriah tak perlu dukungan penuh DK PBB
Senin, 26 Agustus 2013 - 19:44 WIB
Respon terhadap Suriah tak perlu dukungan penuh DK PBB
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, mengatakan, respon internasional terhadap serangan yang diduga berasal dari senjata kimia di Suriah, mungkin tidak akan mendapat dukungan bulat anggota Dewan Keamanan (DK) PBB, Senin (26/8/2013).
"Apakah mungkin menanggapi serangan yang mengunakan senjata kimia tanpa mendapatkan dukungan bulat dari DK PBB. Menurut saya, ya," ungkap Hague kepada BBC.
Seperti diketahui, tekanan internasional untuk beraksi atas situasi yang terjadi di Suriah telah meningkat, sejak ratusan orang dilaporkan tewas dalam serangan yang diduga mengunakan senjata kimia.
"Saya tidak akan mengesampingkan apapun yang akan terjadi, saya tidak akan berspekulasi tentang itu di hadapan publik," ungkap Hague, saat ditanya apakah mungkin serangan militer terhadap Suriah akan dilancarkan pekan ini.
"Langkah itu mungkin saja diambil berdasarkan besarnya kebutuhan dan penderitaan kemanusiaan yang terjadi di Suriah," ungkap Hague. "Inggris, AS, dan sejumlah negara lainnya, termasuk Prancis sangat jelas tidak akan membiarkan senjata kimia yang tidak mengenal ampun digunakan pada abad ke 21, tapi saya tidak dapat menyetujui opsi militer saat ini," pungkas Hague.
"Apakah mungkin menanggapi serangan yang mengunakan senjata kimia tanpa mendapatkan dukungan bulat dari DK PBB. Menurut saya, ya," ungkap Hague kepada BBC.
Seperti diketahui, tekanan internasional untuk beraksi atas situasi yang terjadi di Suriah telah meningkat, sejak ratusan orang dilaporkan tewas dalam serangan yang diduga mengunakan senjata kimia.
"Saya tidak akan mengesampingkan apapun yang akan terjadi, saya tidak akan berspekulasi tentang itu di hadapan publik," ungkap Hague, saat ditanya apakah mungkin serangan militer terhadap Suriah akan dilancarkan pekan ini.
"Langkah itu mungkin saja diambil berdasarkan besarnya kebutuhan dan penderitaan kemanusiaan yang terjadi di Suriah," ungkap Hague. "Inggris, AS, dan sejumlah negara lainnya, termasuk Prancis sangat jelas tidak akan membiarkan senjata kimia yang tidak mengenal ampun digunakan pada abad ke 21, tapi saya tidak dapat menyetujui opsi militer saat ini," pungkas Hague.
(esn)