Iran: AS akan dapat konsekuensi serius jika ikut campur di Suriah
Minggu, 25 Agustus 2013 - 21:13 WIB
Iran: AS akan dapat konsekuensi serius jika ikut campur di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Massoud Jazayeri, Wakil Kepala militer Iran memperingatkan, Amerika Serikat (AS) akan menghadapi konsekuensi keras jika mereka sampai ikut campur atas serangan yang diduga sebagai serangan senjata kimia, seperti dilasir Fars, Minggu (25/8/2013).
"Jika AS melewati gasis merah ini, maka akan ada konsekuensi bagi Gedung Putih," ungkap Jazayeri.
Pemimpin militer Iran itu kemudian memperingatkan Washington agar tidak bermain dengan api. "Perang melawan teroris yang direncanakan oleh AS sedang berlangsung di Suriah. Meski demikian, pemerintah dan rakyat Suriah telah mencapai sebuah keberhasilan besar," ungkap Jazayeri.
"Mereka yang menambahkan minyak dalam kobaran api tidak akan dapat lari dari pembalasan rakyat," imbuhnya. Sambil menyiratkan kemajuan yang baru-baru ini dicapai oleh pasukan pemerintah Suriah dalam menghadapi pemberontak, Jazayeri mengatakan, hambatan yang membentang di Suriah hari ini cukup matang dan kekuatan yang arogan tidak dapat mengalahkanya.
Ungkapan militer Iran datang setahun setelah Presiden AS Barack Obama memperingatkan pemerintah Suriah, bahwa penggunaan senjata kimia di Suriah akan melintasi "garis merah" dan memiliki "konsekuensi yang sangat besar". Peringatakan itu semakin terlihat nyata setelah, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS, hari ini mengatakan, militer AS siap untuk mengambil tindakan terhadap Suriah.
"Presiden Obama telah meminta Departemen Pertahanan untuk mempersiapkan semua opsi. Kami telah melakukan itu," ungkap Hagel kepada para wartawan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. "Sekali lagi, kami siap untuk melakukan pilihan apa pun, jika ia memutuskan untuk menggunakan salah satu dari berbagai opsi itu," tegas Hagel.
"Jika AS melewati gasis merah ini, maka akan ada konsekuensi bagi Gedung Putih," ungkap Jazayeri.
Pemimpin militer Iran itu kemudian memperingatkan Washington agar tidak bermain dengan api. "Perang melawan teroris yang direncanakan oleh AS sedang berlangsung di Suriah. Meski demikian, pemerintah dan rakyat Suriah telah mencapai sebuah keberhasilan besar," ungkap Jazayeri.
"Mereka yang menambahkan minyak dalam kobaran api tidak akan dapat lari dari pembalasan rakyat," imbuhnya. Sambil menyiratkan kemajuan yang baru-baru ini dicapai oleh pasukan pemerintah Suriah dalam menghadapi pemberontak, Jazayeri mengatakan, hambatan yang membentang di Suriah hari ini cukup matang dan kekuatan yang arogan tidak dapat mengalahkanya.
Ungkapan militer Iran datang setahun setelah Presiden AS Barack Obama memperingatkan pemerintah Suriah, bahwa penggunaan senjata kimia di Suriah akan melintasi "garis merah" dan memiliki "konsekuensi yang sangat besar". Peringatakan itu semakin terlihat nyata setelah, Chuck Hagel, Menteri Pertahanan AS, hari ini mengatakan, militer AS siap untuk mengambil tindakan terhadap Suriah.
"Presiden Obama telah meminta Departemen Pertahanan untuk mempersiapkan semua opsi. Kami telah melakukan itu," ungkap Hagel kepada para wartawan saat melakukan kunjungan kenegaraan ke Malaysia. "Sekali lagi, kami siap untuk melakukan pilihan apa pun, jika ia memutuskan untuk menggunakan salah satu dari berbagai opsi itu," tegas Hagel.
(esn)