Kerry bahas serangan kimia dengan Menlu Suriah
Minggu, 25 Agustus 2013 - 15:21 WIB
Kerry bahas serangan kimia dengan Menlu Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) melakukan pertemuan dengan Menlu Suriah, Walid al-Muallem, untuk membahas serangan mematikan yang diduga menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus, demikian diungkapkan seorang pejabat AS yang enggan namanya dipublikasikan, Minggu (25/8/2013).
Pejabat AS mengatakan, dalam pertemuan itu Muallem menegaskan kepada Kerry, bahwa rezim pemerintah Suriah tidak menyembuyikan fakta apapun. Menurut Muallem, seharusnya tim penyidik mendapatkan akses langsung tanpa hambatan ke lokasi penyelidikan, daripada terus melanjutkan serangan, apalagi menghancurkan bukti di lapangan.
Pejabat AS menambahkan, Kerry menyerukan Menlu Yordania, Turki dan Arab Saudi, serta sekretaris jenderal Liga Arab seputar penemuan sejumlah bukti terkait serangan di dekat Damaskus, Sabtu (24/8/2013). "Dalam pertemuan itu Sekretaris Jendral menekankan pentingnya bagi penentuan fakta dan memandang serius penggunaan senjata kimia di Suriah," ungkap pejabat AS itu.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, menuding para pemberontak terpaksa menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak karena "depresi" akibat kemajuan pesat pergerakan pasukan pemerintah.
"Ada sebuah operasi militer yang sedang berlangsung, yang progresif selama berhari-hari dan pasukan tentara Suriah yang maju, berhasil mendorong para pemberontak untuk menggunakan isu ini (senjata kimia). Ini bertepatan dengan hari pertama tim inspeksi PBB bekerja,” kata al-Zoubi.
Pejabat AS mengatakan, dalam pertemuan itu Muallem menegaskan kepada Kerry, bahwa rezim pemerintah Suriah tidak menyembuyikan fakta apapun. Menurut Muallem, seharusnya tim penyidik mendapatkan akses langsung tanpa hambatan ke lokasi penyelidikan, daripada terus melanjutkan serangan, apalagi menghancurkan bukti di lapangan.
Pejabat AS menambahkan, Kerry menyerukan Menlu Yordania, Turki dan Arab Saudi, serta sekretaris jenderal Liga Arab seputar penemuan sejumlah bukti terkait serangan di dekat Damaskus, Sabtu (24/8/2013). "Dalam pertemuan itu Sekretaris Jendral menekankan pentingnya bagi penentuan fakta dan memandang serius penggunaan senjata kimia di Suriah," ungkap pejabat AS itu.
Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
Menteri Informasi Suriah, Omran al-Zoubi, menuding para pemberontak terpaksa menuduh tentara Suriah menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak karena "depresi" akibat kemajuan pesat pergerakan pasukan pemerintah.
"Ada sebuah operasi militer yang sedang berlangsung, yang progresif selama berhari-hari dan pasukan tentara Suriah yang maju, berhasil mendorong para pemberontak untuk menggunakan isu ini (senjata kimia). Ini bertepatan dengan hari pertama tim inspeksi PBB bekerja,” kata al-Zoubi.
(esn)