Tim pelucutan senjata PBB tiba di Suriah
Sabtu, 24 Agustus 2013 - 16:56 WIB
Tim pelucutan senjata PBB tiba di Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Perwakilan Tinggi PBB untuk Urusan Pelucutan Senjata, Angela Kane, sudah tiba di Suriah pada Sabtu (24/8/2013). Kane dan timnya, akan menginspeksi soal laporan penggunaan senjata kimia di Suriah.
Reuters melaporkan, Kane tiba di Hotel Four Seasons di Damaskus pada tengah hari, waktu setempat (pukul 09.00 waktu GMT). Belum diketahui, agenda tim pimpinan Kane itu selanjutnya.
Dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, pada Rabu (21/8/2013) lalu, seperti laporan pihak oposisi yang menyebut 1.300 orang tewas akibat serangan itu memicu reaksi berbagai negara. AS dan Uni Eropa langsung mendesak Dewan Keamanan PBB menginvestigasi tragedi itu.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, sebelumnya mengatakan, investigasi cepat dilakukan tanpa penundaan lagi. Ia mengaku sudah mengutus tim pelucutan senjata pimpinan Angela Kane ke Suriah. Ki-moon juga memastikan pengguna senjata kimia di Suriah akan mendapatkan konsekuensi yang setimpal.
AS sendiri sudah mengisyaratkan akan menempuh opsi militer atau perang, menyusul laporan penggunaan senjata kimia di Suriah. Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengatakan, AS telah menempatkan pasukan Angkatan Laut (AL) dan peralatannya, untuk aksi militer di Suriah. Penempatan pasukan AL AS itu, untuk menyikapi setiap keputusan Presiden Barack Obama yang mengisyaratkan akan melakukan aksi militer di Suriah.
”Departemen Pertahanan memiliki tanggung jawab untuk mengantisipasi pilihan yang akan diambil presiden, termasuk semua kemungkinan,” kata Hagel, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/8/2013).
Reuters melaporkan, Kane tiba di Hotel Four Seasons di Damaskus pada tengah hari, waktu setempat (pukul 09.00 waktu GMT). Belum diketahui, agenda tim pimpinan Kane itu selanjutnya.
Dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah, pada Rabu (21/8/2013) lalu, seperti laporan pihak oposisi yang menyebut 1.300 orang tewas akibat serangan itu memicu reaksi berbagai negara. AS dan Uni Eropa langsung mendesak Dewan Keamanan PBB menginvestigasi tragedi itu.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, sebelumnya mengatakan, investigasi cepat dilakukan tanpa penundaan lagi. Ia mengaku sudah mengutus tim pelucutan senjata pimpinan Angela Kane ke Suriah. Ki-moon juga memastikan pengguna senjata kimia di Suriah akan mendapatkan konsekuensi yang setimpal.
AS sendiri sudah mengisyaratkan akan menempuh opsi militer atau perang, menyusul laporan penggunaan senjata kimia di Suriah. Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, mengatakan, AS telah menempatkan pasukan Angkatan Laut (AL) dan peralatannya, untuk aksi militer di Suriah. Penempatan pasukan AL AS itu, untuk menyikapi setiap keputusan Presiden Barack Obama yang mengisyaratkan akan melakukan aksi militer di Suriah.
”Departemen Pertahanan memiliki tanggung jawab untuk mengantisipasi pilihan yang akan diambil presiden, termasuk semua kemungkinan,” kata Hagel, seperti dikutip Reuters, Sabtu (24/8/2013).
(esn)