Inggris: Serangan senjata kimia seharusnya sadarkan pendukung Assad

Kamis, 22 Agustus 2013 - 14:50 WIB
Inggris: Serangan senjata...
Inggris: Serangan senjata kimia seharusnya sadarkan pendukung Assad
A A A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Inggris, William Hague, berharap sebuah serangan yang diduga berasal dari senjata kimia mampu menyadarkan para pendukung tentang sifat alamiah dari rezim Presiden Suriah Bashar Assad.

"Kami berharap semua anggota Dewan Keamanan PBB bergabung dengan kami," ungkap Hague kepada sejumlah wartawan sebelum mengadakan pertemuan dengan Menlu Prancis, Laurent Fabius.

"Saya berharap, serangan ini akan membangunkan mereka yang mendukung rezim pemerintahan Assad dan menyadarkan mereka bahwa ini pembunuhan dan sifat alamiah yang barbar," ungkap Hague.

Dalam pertemuan itu, Hague bersama mitranya, Fabius akan menyampaikan surat kepada Sekjen PBB Ban Ki-moon.

Keduanya meminta Ki-moon memerintahkan tim penyidik senjata kimia yang memang telah berada di Suriah, segera diterjunkan ke lokasi serangan di dekat Damaskus. "Kami berharap tim penyidik PBB mendapatkan akses langsung dan tak terbatas ke lokasi serangan dan segera menguak kebenaran," ungkap Hague.

"Tidak ada alasan bagi mereka untuk melarang tim penyidik menjangkau lokasi serangan yang letaknya hanya beberapa mil dari lokasi misi mereka," desak Hague.

Hal senada juga diutarakan Fabius, yang kemudian menyebut serangan itu sebagai sebuah tragedi mengerikan dan sesuatu yang tidak bisa dijadikan contoh, seperti apa yang pernah dilakukan oleh Saddam Hussein di Irak.

Tanggapan keduanya datang setelah, kelompok oposisi utama di Suriah kembali melansir klaim terbaru, bahwa jumlah korban tewas yang diduga akibat serangan bom kimia. Menurut mereka, jumlah korban tewas hingga Kamis (22/8/2013), mencapai 1.300 orang.

Sementara, Pemerintah Presiden Bashar al-Assad berkali-kali menepis tudingan penggunaan senjata kimia seperti yang dituduhkan para aktivis dan oposisi. Pemerintah menyebut, tuduhan itu sebagai propaganda kotor untuk menyesatkan tim penyelidik PBB yang akan mejalankan misinya di Suriah.
(esn)
Berita Terkait
Pengadilan Inggris Tetapkan...
Pengadilan Inggris Tetapkan Shamima Begum Bisa Kembali dari Suriah
Assad Punya Rp1,1 Triliun...
Assad Punya Rp1,1 Triliun di Rekening Bank Inggris yang Dibekukan
Inggris Potong Bantuan,...
Inggris Potong Bantuan, 40 Ribu Anak Suriah Berhenti Sekolah
Inggris Dilaporkan Selidiki...
Inggris Dilaporkan Selidiki Istri Assad atas Tuduhan Kejahatan Perang
Kisah Maya Ghazal, Pengungsi...
Kisah Maya Ghazal, Pengungsi Cantik Pertama di Dunia yang Jadi Pilot Penerbangan
Intelijen AS dan Inggris...
Intelijen AS dan Inggris Minta ISIS Serang Pangkalan Militer Rusia di Suriah
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
11 menit yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
1 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
2 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
3 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
3 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved