Pemkot Yerusalem setujui pembangunan 942 unit pemukiman baru
Selasa, 13 Agustus 2013 - 20:51 WIB
Pemkot Yerusalem setujui pembangunan 942 unit pemukiman baru
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Yerusalem menyetujui pembangunan 942 unit pemukiman baru untuk digabungkan dengan wilayah Yerusalem timur, Selasa (13/8/2013). Ratusan unit pemukiman baru tersebut bukan bagian dari 1.200 rumah yang sebelumnya telah disetujui oleh pemerintah Israel pada akhir pekan kemarin.
Demikian diungkapkan wakil walikota Yerussalem, Yosef Pepe Alalu. "Kota Yerusalem telah menyetujui rencana pembangunan 942 rumah di Gilo, melanjutkan pembangunan pemukiman yang telah ada," ungkap Alalu kepada AFP.
"Ini adalah keputusan mengerikan yang menjadi sebuah provokasi terhadap warga Palestina, Amerika dan seluruh dunia," ungkap anggota dewan dari sayap kiri itu.
Persetujuan itu datang setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, mendesak Pemerintah Palestina untuk "tidak bereaksi negatif", setelah Pemerintah Israel mengumumkan rencana pebangunan ribuan rumah di wilayah sengketa, Senin (12/8/2013).
Kerry kembali menggaris bawahi betapa pentingnya perundingan damai antara Israel dan Palestina yang baru di mulai pekan ini. "Setelah Anda mendapatkan keamanan dan masalah perbatasan berakhir, maka Anda akan menemukan jawaban atas masalah pemukiman," ungkap Kerry.
"Saya mendesak kedua belah pihak untuk tidak bereaksi negatif ataupun melakukan provokasi negatif. Seperti diketahui, kedua belah pihak mampu melakukan yang sama satu sama lain lakukan dengan cara apapun. Tapi, yang terpenting adalah, tahap yang telah dicapai oleh kedua belah pihak saat ini. Keduanya harus bergerak maju dengan tenang, berhati-hati, dan fokus untuk membahas masalah utama," jelas Kerry.
Demikian diungkapkan wakil walikota Yerussalem, Yosef Pepe Alalu. "Kota Yerusalem telah menyetujui rencana pembangunan 942 rumah di Gilo, melanjutkan pembangunan pemukiman yang telah ada," ungkap Alalu kepada AFP.
"Ini adalah keputusan mengerikan yang menjadi sebuah provokasi terhadap warga Palestina, Amerika dan seluruh dunia," ungkap anggota dewan dari sayap kiri itu.
Persetujuan itu datang setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, mendesak Pemerintah Palestina untuk "tidak bereaksi negatif", setelah Pemerintah Israel mengumumkan rencana pebangunan ribuan rumah di wilayah sengketa, Senin (12/8/2013).
Kerry kembali menggaris bawahi betapa pentingnya perundingan damai antara Israel dan Palestina yang baru di mulai pekan ini. "Setelah Anda mendapatkan keamanan dan masalah perbatasan berakhir, maka Anda akan menemukan jawaban atas masalah pemukiman," ungkap Kerry.
"Saya mendesak kedua belah pihak untuk tidak bereaksi negatif ataupun melakukan provokasi negatif. Seperti diketahui, kedua belah pihak mampu melakukan yang sama satu sama lain lakukan dengan cara apapun. Tapi, yang terpenting adalah, tahap yang telah dicapai oleh kedua belah pihak saat ini. Keduanya harus bergerak maju dengan tenang, berhati-hati, dan fokus untuk membahas masalah utama," jelas Kerry.
(esn)