Israel: Pembangunan ribuan pemukiman tak akan ubah hasil negosiasi
Senin, 12 Agustus 2013 - 14:24 WIB
Israel: Pembangunan ribuan pemukiman tak akan ubah hasil negosiasi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Israel tetap pada posisinya dan tidak akan mengubah rencana pembangunan ribuan pemukiman di wilayah sengketa. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, sejak awal rencana pembangunan pemukiman itu tidak akan mengubah apapun, demikian diungkapkan Mark Regev, Juru Bicara Netanyahu, Minggu (11/8/2013).
"Pembangunan itu diputuskan hari ini dan wilayah tempat perumahan itu dibangun akan menjadi bagian dalam wilayah Israel dalam kesepakatan perdamaian di masa depan," ungkap Regev dalam sebuah pernyataan.
"Rencana ini tidak akan mengubah akhir dari sebuah perdamain. Tidak akan ada sesuatu yang berubah karena hal ini," lanjut Regev.
Sementara itu, Menteri Perumahan Yahudi, Uri Ariel menepis kecaman internasional yang melarang Israel mendirikan pemukiman di wilayah Palestina dan menganggap langkah itu ilegal, sekaligus jadi penghalang perdamaian.
"Di dunia ini, seharusnya tidak ada negara yang menerima keputusan dari negara lain, soal apakah negara itu boleh atau tidak melakukan pembangunan. Pemerintah Israel akan terus melanjutkan pembangunan apartemen di seluruh negeri," ungkap Ariel.
"Pembangunan itu diputuskan hari ini dan wilayah tempat perumahan itu dibangun akan menjadi bagian dalam wilayah Israel dalam kesepakatan perdamaian di masa depan," ungkap Regev dalam sebuah pernyataan.
"Rencana ini tidak akan mengubah akhir dari sebuah perdamain. Tidak akan ada sesuatu yang berubah karena hal ini," lanjut Regev.
Sementara itu, Menteri Perumahan Yahudi, Uri Ariel menepis kecaman internasional yang melarang Israel mendirikan pemukiman di wilayah Palestina dan menganggap langkah itu ilegal, sekaligus jadi penghalang perdamaian.
"Di dunia ini, seharusnya tidak ada negara yang menerima keputusan dari negara lain, soal apakah negara itu boleh atau tidak melakukan pembangunan. Pemerintah Israel akan terus melanjutkan pembangunan apartemen di seluruh negeri," ungkap Ariel.
(esn)