Pasca gelombang kekerasan, pasukan Irak lancarkan serangan besar-besaran
Senin, 12 Agustus 2013 - 06:41 WIB
Pasca gelombang kekerasan, pasukan Irak lancarkan serangan besar-besaran
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan keamanan Irak pada Minggu (11/8/2013) melancarkan serangan besar-besaran terhadap kelompok pemberontak di bagian barat dan barat laut negara itu. Serangan ini dilakukan, setelah terjadinya gelombang pemboman yang menewaskan puluhan orang dan melukai ratusan lainnya.
Seperti dilaporkan Xinhua, Panglima Angkatan Bersenjata dan Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki menandatangani perintah serangan terhadap gangguan keamanan di daerah al-Jazira barat Irak (gurun yang luas) untuk memburu para teroris.
Komando operasi Al-Jazira bertanggung jawab atas keamanan gurun barat dan wilayah perbatasan dengan Suriah, sementara dua perintah operasi dikeluarkan untuk wilayah Anbar dan Niniwe, yang masing-masing bertanggung jawab atas keamanan di kota-kota di kedua provinsi tersebut.
Laporan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan yang dilakukan pasukan Irak itu. Sehingga, belum diketahui hasil dari serangan tersebut. Satu hari sebelumnya, gelombang serangan bom di seluruh negeri menewaskan lebih dari 60 orang dan melukai 200 lainnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, bahwa negara itu akan kembali terjerembab ke dalam konflik sektarian, seperti 2006-2007 lalu, di mana korban tewas per bulan bisa menyentuh angka 3.000 jiwa.
Seperti dilaporkan Xinhua, Panglima Angkatan Bersenjata dan Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki menandatangani perintah serangan terhadap gangguan keamanan di daerah al-Jazira barat Irak (gurun yang luas) untuk memburu para teroris.
Komando operasi Al-Jazira bertanggung jawab atas keamanan gurun barat dan wilayah perbatasan dengan Suriah, sementara dua perintah operasi dikeluarkan untuk wilayah Anbar dan Niniwe, yang masing-masing bertanggung jawab atas keamanan di kota-kota di kedua provinsi tersebut.
Laporan itu tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang serangan yang dilakukan pasukan Irak itu. Sehingga, belum diketahui hasil dari serangan tersebut. Satu hari sebelumnya, gelombang serangan bom di seluruh negeri menewaskan lebih dari 60 orang dan melukai 200 lainnya.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran, bahwa negara itu akan kembali terjerembab ke dalam konflik sektarian, seperti 2006-2007 lalu, di mana korban tewas per bulan bisa menyentuh angka 3.000 jiwa.
(esn)