Cek senjata kimia, pemberontak Suriah buka akses untuk PBB
Sabtu, 03 Agustus 2013 - 19:11 WIB
Cek senjata kimia, pemberontak Suriah buka akses untuk PBB
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin oposisi Suriah mengatakan, inspektur PBB akan bebas masuk ke daerah yang dikuasai pemberontak, untuk menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah. Penyelidikan PBB akan dilakukan di kota Khan al-Assal, tempat yang dilaporkan jadi sasaran serangan senjata kimia 19 Maret 2013.
Sebelumnya tim PBB, yang dipimpin oleh ahli Swedia, Ake Sellstrom, mencapai kesepakatan dengan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk memasuki negara itu.
Koalisi mengatakan, telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, untuk menegaskan kembali tawaran kerjasama investigasi senjata kimia. Terutama soal akses masuk ke wilayah yang dikuasai pemberontak.
”Tentara Pembebasan Suriah baru-baru ini membebaskan daerah al-Assal Khan, kami mendesak tim PBB untuk memulai penyelidikan di daerah ini dan kami menyambut kedatangan mereka yang diharapkan tidak ditunda lagi,” kata pihak Oposisi Suriah, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip news.com.au, Sabtu (3/8/2013).
Inspektur PBB diharapkan untuk pergi ke Suriah pada awal pekan depan untuk menginspeksi tiga lokasi yang jadi sasaran serangan senjata kimia seperti yang dilaporkan.
PBB menyatakan, kota Khan al-Assal, yang terletak di dekat kota utama Aleppo, adalah salah satu lokasi yang juga disetujui pemerintah Suriah untuk diinspeksi. Dua situs lain yang akan diinspeksi masih dirahasiakan untuk alasan keamanan. Pemerintah Suriah dan oposisi saling menyalahkan atas serangan senjata kimia di kota al-Assal Khan.
Inspektur PBB hanya memiliki misi untuk menentukan apakah senjata kimia telah digunakan dalam konflik 28 selama bulan itu. Bukan untuk menentukan siapa pelaku serangan. Selama ini PBB menerima 13 laporan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah.
Sebelumnya tim PBB, yang dipimpin oleh ahli Swedia, Ake Sellstrom, mencapai kesepakatan dengan pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk memasuki negara itu.
Koalisi mengatakan, telah mengirim surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, untuk menegaskan kembali tawaran kerjasama investigasi senjata kimia. Terutama soal akses masuk ke wilayah yang dikuasai pemberontak.
”Tentara Pembebasan Suriah baru-baru ini membebaskan daerah al-Assal Khan, kami mendesak tim PBB untuk memulai penyelidikan di daerah ini dan kami menyambut kedatangan mereka yang diharapkan tidak ditunda lagi,” kata pihak Oposisi Suriah, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip news.com.au, Sabtu (3/8/2013).
Inspektur PBB diharapkan untuk pergi ke Suriah pada awal pekan depan untuk menginspeksi tiga lokasi yang jadi sasaran serangan senjata kimia seperti yang dilaporkan.
PBB menyatakan, kota Khan al-Assal, yang terletak di dekat kota utama Aleppo, adalah salah satu lokasi yang juga disetujui pemerintah Suriah untuk diinspeksi. Dua situs lain yang akan diinspeksi masih dirahasiakan untuk alasan keamanan. Pemerintah Suriah dan oposisi saling menyalahkan atas serangan senjata kimia di kota al-Assal Khan.
Inspektur PBB hanya memiliki misi untuk menentukan apakah senjata kimia telah digunakan dalam konflik 28 selama bulan itu. Bukan untuk menentukan siapa pelaku serangan. Selama ini PBB menerima 13 laporan penggunaan senjata kimia dalam perang saudara di Suriah.
(esn)