Setelah 4 bulan, karyawan Kemenlu Israel akhiri pemogokan
Kamis, 01 Agustus 2013 - 22:53 WIB
Setelah 4 bulan, karyawan Kemenlu Israel akhiri pemogokan
A
A
A
Sindonews.com – Karyawan Kementerian Luar Negeri Israel memutuskan untuk kembali bekerja pada Kamis (1/8/2013), setelah 4 bulan melakukan pemogokan. Demikian dikatakan oleh seorang pejabat kementerian tersebut pada Xinhua.
Pemogokan akan berakhir, setelah Departemen Keuangan Israel mencapai kesepakatan dengan karyawan Kemenlu untuk memasuki proses mediasi, dengan harapan menyelesaikan sengketa panjang. Kompromi itu dibuat karena intervensi dari Pengadilan Tenaga Kerja.
Karyawan Kementerian Luar Negeri Israel memulai pemogokan pada Maret lalu, untuk memprotes kondisi kerja dan perilaku yang tidak tepat. Selain penurunan gaji, mereka juga memprotes apa yang mereka sebut "pembongkaran" kantor, di mana kementerian itu tidak memiliki seorang menteri.
Setelah memenangkan pemilu pada 22 Januari lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memang belum menunjuk seorang Menteri Luar Negeri. Netanyahu hanya menunjuk seorang wakil menteri luar negeri.
Para karyawan Kementerian Luar Negeri Israel juga mengklaim, bahwa Departemen Keuangan dan Pemerintah Israel telah mengabaikan tuntutan mereka dan tidak tertarik untuk bernegosiasi dengan para karyawan.
Aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan Kementerian Luar Negeri Israel berupa penolakan mengeluarkan paspor diplomatik untuk menteri, menutup komunikasi kabel antara misi Israel di seluruh dunia, dan menolak untuk mengatur kunjungan resmi menteri dan anggota parlemen ke luar negeri.
Pemogokan akan berakhir, setelah Departemen Keuangan Israel mencapai kesepakatan dengan karyawan Kemenlu untuk memasuki proses mediasi, dengan harapan menyelesaikan sengketa panjang. Kompromi itu dibuat karena intervensi dari Pengadilan Tenaga Kerja.
Karyawan Kementerian Luar Negeri Israel memulai pemogokan pada Maret lalu, untuk memprotes kondisi kerja dan perilaku yang tidak tepat. Selain penurunan gaji, mereka juga memprotes apa yang mereka sebut "pembongkaran" kantor, di mana kementerian itu tidak memiliki seorang menteri.
Setelah memenangkan pemilu pada 22 Januari lalu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memang belum menunjuk seorang Menteri Luar Negeri. Netanyahu hanya menunjuk seorang wakil menteri luar negeri.
Para karyawan Kementerian Luar Negeri Israel juga mengklaim, bahwa Departemen Keuangan dan Pemerintah Israel telah mengabaikan tuntutan mereka dan tidak tertarik untuk bernegosiasi dengan para karyawan.
Aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan Kementerian Luar Negeri Israel berupa penolakan mengeluarkan paspor diplomatik untuk menteri, menutup komunikasi kabel antara misi Israel di seluruh dunia, dan menolak untuk mengatur kunjungan resmi menteri dan anggota parlemen ke luar negeri.
(esn)