Jerman desak Mesir tak terapkan keadilan selektif
Kamis, 01 Agustus 2013 - 17:06 WIB
Jerman desak Mesir tak terapkan keadilan selektif
A
A
A
Sindonews.com - Jerman mendesak Mesir untuk menghindari yang penerapan keadilan selektif, menyusul penangkapan beberapa pemimpin senior Ikhwanul Muslimin, pendukung Mohamed Morsi. Desakan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Jerman, Guido Westerwelle, Kamis (1/8/2013).
Westerwelle menyampaikan hal itu saat bertemu Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy. ”Tidak ada keadilan dendam dan tidak ada keadilan selektif. Ada hukum dan itu berlaku untuk semua orang,” kata Westerwelle.
Pada Rabu kemarin, pihak berwenang Mesir memutuskan untuk mengadili tiga pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, termasuk pimpinan umum, Mohammed Badie yang belum ditangkap. Sedangkan dua pimpinan lainnya sudah ditahan. Mereka akan diadili atas tuduhan menghasut kekerasan.
Morsi sendiri telah ditahan di sebuah lokasi yang dirahasiakan sejak ia digulingkan oleh tentara pada 3 Juli 2013. Dia menghadapi sidang dengan tuduhan bersekongkol dengan Kelompok Hamas, Palestina, selama pelariannya dari penjara tahun 2011. Ia juga dituduh melakukan pembunuhan.
”Semua keadilan selektif harus dihindari," kata Westerwelle, seperti dikutip Reuters. Jerman telah menekan Mesir untuk memberikan akses agar pihak yang netral seperti Uni Eropa bisa bertemu dengan Morsi.
Ditanya apakah Jerman akan menganggap pelengseran Morsi sebagai kudeta militer, Westerwelle masih gamang untuk berkomentar. ”Ini adalah menit pertama pada jam bersejarah. Anda tidak bisa menilai gerakan (itu), untuk meyakinkan sesuatu yang masih terjadi.”
Westerwelle menyampaikan hal itu saat bertemu Menteri Luar Negeri Mesir, Nabil Fahmy. ”Tidak ada keadilan dendam dan tidak ada keadilan selektif. Ada hukum dan itu berlaku untuk semua orang,” kata Westerwelle.
Pada Rabu kemarin, pihak berwenang Mesir memutuskan untuk mengadili tiga pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, termasuk pimpinan umum, Mohammed Badie yang belum ditangkap. Sedangkan dua pimpinan lainnya sudah ditahan. Mereka akan diadili atas tuduhan menghasut kekerasan.
Morsi sendiri telah ditahan di sebuah lokasi yang dirahasiakan sejak ia digulingkan oleh tentara pada 3 Juli 2013. Dia menghadapi sidang dengan tuduhan bersekongkol dengan Kelompok Hamas, Palestina, selama pelariannya dari penjara tahun 2011. Ia juga dituduh melakukan pembunuhan.
”Semua keadilan selektif harus dihindari," kata Westerwelle, seperti dikutip Reuters. Jerman telah menekan Mesir untuk memberikan akses agar pihak yang netral seperti Uni Eropa bisa bertemu dengan Morsi.
Ditanya apakah Jerman akan menganggap pelengseran Morsi sebagai kudeta militer, Westerwelle masih gamang untuk berkomentar. ”Ini adalah menit pertama pada jam bersejarah. Anda tidak bisa menilai gerakan (itu), untuk meyakinkan sesuatu yang masih terjadi.”
(esn)