Ini kata bocah Yaman yang kabur karena akan dinikahkan

Rabu, 31 Juli 2013 - 12:29 WIB
Ini kata bocah Yaman...
Ini kata bocah Yaman yang kabur karena akan dinikahkan
A A A
Sindonews.com – Sorot mata gadis muda Yaman ini, menantang kamera. Dalam sekejap, ia mengeluarkan satu pertanyaan yang mengejutkan di usianya yang baru 11 tahun.

”Apakah itu membuat Anda bahagia untuk menikahkan saya?,” tanya Nada al-Ahdal, seperti dikutip CNN, Rabu (31/7/2013).

Nada al-Ahdal, beberapa hari lalu membuat heboh dunia, setelah mengunggah video berdurasi 2,5 menit ke YouTube. Gadis Yaman ini kabur dari rumahnya, karena menolak untuk dinikahkan.

Dalam tayangan video itu, Nada menuduh orangtuanya mencoba untuk mendapatkan imbalan uang dengan menikahkannya. Gadis belia itu, tidak mau menjadi salah satu pengantin anak di Yaman.

”Kematian akan menjadi pilihan yang lebih baik bagi saya,” ujar Nada yang menolak dinikahkan di usianya yang masih 11 tahun. Ia dengan lantang, berbicara atas nama gadis Yaman; ”Bagaimana dengan kepolosan masa kanak-kanak? Apa kesalahan yang dilakukan anak-anak, sehingga Anda akan menikahkan mereka seperti itu?."

Video yang telah dilihat oleh jutaan orang di seluruh dunia tersebut telah memicu sorotan tajam atas tradisi menikahkan anak-anak di Yaman. Video di YouTube tersebut telah membuat tenar Nada ke seluruh dunia.

Orangtua Nada telah berulang kali menekankan, bahwa mereka tidak punya niat untuk menikahkannya. Seyaj, pemimpin organisasi hak anak Yaman, meyakini penuturan Nada merupakan cerita yang dibuat-buat.

CNN menemukan Nada beberapa minggu setelah video itu dirilis. Ia tinggal bersama pamannya di Sanaa. Dia mengatakan, bahwa dia lari dari di kota kelahirannya Hodeida. ”Saya lari dari pernikahan," katanya. "Saya lari dari kebodohan. Saya lari dari yang dibeli dan dijual."

Tampak santai dan bahagia, Nada memamerkan halaman Facebook-nya. Dia mengatakan, bahwa dia diminta seorang teman untuk membuat video di YouTube, sehingga dia bisa memberitahu dunia betapa sulitnya kehidupan anak-anak perempuan di Yaman. ”Aku lebih suka bunuh diri daripada bertunangan,” ujar Nada.

Beberapa hari kemudian, Kementerian Dalam Negeri Yaman, membawa Nada ke tempat penampungan perempuan. Ramzia Al-Eryani, salah satu aktivis hak-hak perempuan terkemuka Yaman dan Presiden Uni Perempuan Yaman, ditunjuk sebagai wali sementara Nada sampai sengketa itu bisa diselesaikan.

Al-Eryani berbicara dengan kedua orangtua Nada. ”Jika Anda mencintainya, menyimpan masa kecilnya, Anda semua tahu apa yang terbaik untuknya. Tetapi kita perlu untuk melindungi anak ini,” Eryani.
(esn)
Berita Terkait
Hanya Jadi Boneka, PM...
Hanya Jadi Boneka, PM Yaman Ahmed bin Mubarak Pilih Mundur
Setelah Assad Tumbang,...
Setelah Assad Tumbang, Mungkinkah Rakyat Yaman Jatuhkan Houthi dengan Dukungan Israel dan AS?
Israel Sebut Musuh Terberatnya...
Israel Sebut Musuh Terberatnya Sekarang Adalah Houthi
Saudi Bertarung dengan...
Saudi Bertarung dengan UEA di Yaman, Berikut 6 Faktanya
Arab Saudi Ancam STC...
Arab Saudi Ancam STC yang Ingin Menguasai Hadramaut
Yaman Terpecah Belah,...
Yaman Terpecah Belah, Akankah Intervensi Arab Saudi dan UEA Sukses?
Berita Terkini
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
47 menit yang lalu
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
1 jam yang lalu
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
4 jam yang lalu
Nasib Apes Pesawat Boeing...
Nasib Apes Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak, Ditemukan Jadi Puing-puing di Laut Arab
4 jam yang lalu
Akademisi Beijing: Negara...
Akademisi Beijing: Negara Mana Pun yang Berani Perang Nuklir Melawan China Akan Musnah
5 jam yang lalu
Infografis
34 PTS yang Masuk THE...
34 PTS yang Masuk THE Sustainability Impact Ratings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved