Rusia sambut positif keputusan Israel bebaskan tahanan Palestina
Selasa, 30 Juli 2013 - 08:57 WIB
Rusia sambut positif keputusan Israel bebaskan tahanan Palestina
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia pada Senin (29/7/2013), menyambut baik keputusan Pemerintah Israel untuk membebaskan sekelompok besar tahanan Palestina yang selama ini mendekam di penjara-penjara Israel tanpa tuduhan yang jelas.
"Kami berharap, keputusan itu akan memudahkan terciptanya suasana yang menguntungkan, untuk memulai kembali pembicaraan awal antara Palestina dan Israel," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.
Pada akhir pekan lalu, Israel memutuskan untuk membebaskan 104 warga Palestina yang dipenjara sebelum 1993. Pemerintah Israel akan membentuk sebuah komisi khusus untuk menangani pembebasan ini.
"Moskow menyambut langkah pemerintah Israel ini," lanjut pernyataan kementerian itu, seperti dikutip dari Xinhua. Pembebasan para tahanan ini sesuai dengan permintaan Pemerintah Palestina, sebagai syarat dimulainya kembali pembicaraan damai.
Pada awal pekan ini, delegasi Palestina dan Israel sudah berada di Washingtong, Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pembicaraan damai. Hadirnya dua pihak yang bertikai ini tak lepas dari peran Menteri Luar Negeri AS, John Kerry yang melakukan lobi ke berbagai pihak selama dua bulan terakhir.
"Kami berharap, keputusan itu akan memudahkan terciptanya suasana yang menguntungkan, untuk memulai kembali pembicaraan awal antara Palestina dan Israel," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam sebuah pernyataan.
Pada akhir pekan lalu, Israel memutuskan untuk membebaskan 104 warga Palestina yang dipenjara sebelum 1993. Pemerintah Israel akan membentuk sebuah komisi khusus untuk menangani pembebasan ini.
"Moskow menyambut langkah pemerintah Israel ini," lanjut pernyataan kementerian itu, seperti dikutip dari Xinhua. Pembebasan para tahanan ini sesuai dengan permintaan Pemerintah Palestina, sebagai syarat dimulainya kembali pembicaraan damai.
Pada awal pekan ini, delegasi Palestina dan Israel sudah berada di Washingtong, Amerika Serikat (AS) untuk melakukan pembicaraan damai. Hadirnya dua pihak yang bertikai ini tak lepas dari peran Menteri Luar Negeri AS, John Kerry yang melakukan lobi ke berbagai pihak selama dua bulan terakhir.
(esn)