Fiji kecam kebijakan Australia soal pencari suaka

Selasa, 30 Juli 2013 - 08:53 WIB
Fiji kecam kebijakan...
Fiji kecam kebijakan Australia soal pencari suaka
A A A
Sindonews.com – Fiji mengecam kebijakan Pemerintah Australia yang akan mengirim semua pencari suaka yang tiba dengan perahu di wilayah Australia, ke Papua Nugini (PNG). Menurut Pemerintah Fiji, hal itu bisa mengubah struktur sosial negara-negara kepulauan Pasifik.

Menteri Luar Negeri Fiji, Ratu Inoke Kubuabola, pada Senin (29/7/2013) mengatakan, bahwa Pemerintah Australia telah mengusulkan solusi yang mengancam stabilitas sosial di wilayah tersebut. Kubuabola menegaskan hal ini dalam Australia-Fiji Business Forum ke-20 di Brisbane, Australia.

"Untuk masalah Australia, Anda telah mengusulkan solusi Melanesia yang mengancam untuk mengacaukan keseimbangan sosial dan ekonomi yang sudah halus dalam masyarakat kita," kata Kubuabola.

"Kami sangat terganggu oleh ancaman konsekuen untuk stabilitas negara-negara dan masyarakat Melanesia yang lebih luas, dengan skala yang sedang dipertimbangkan," tambahnya.

"Kesepakatan ini, dan mereka diperdebatkan dengan Kepulauan Solomon dan Vanuatu, jelas mengancam kepentingan kita, dengan mengubah struktur sosial yang mendasar dari setiap negara anggota yang menerima kesepakatan," lanjutnya, seperti dikutip dari Xinhua.

Kubuabola mengatakan, ia menghormati hak kedaulatan pemerintah PNG untuk membuat kesepakatan. Namun, hal itu dilakukan tanpa pertimbangan yang tepat dari konsekuensi jangka panjang. "Hal ini dilakukan tanpa konsultasi, pengumuman tiba-tiba dan sepihak, yang bukan cara Pasifik dan telah mengejutkan banyak orang besar di wilayah ini," kata Kubuabola.

Dia mengatakan, kesepakatan itu terus menunjukkan pola perilaku Pemerintah Australia yang sewenang-wenang dan arogan. "Kami mendengar cerita horor di masyarakat internasional soal kematian lebih dari 1.000 pencari suaka yang berusaha mencapai Australia," katanya.
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
38 menit yang lalu
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
59 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
2 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
3 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
4 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
6 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved