Korsel layangkan usulan perundingan final zona industri Kaesong
Senin, 29 Juli 2013 - 17:07 WIB
Korsel layangkan usulan perundingan final zona industri Kaesong
A
A
A
Sindonews.com - Korea Selatan (Korsel) melayangkan surat usulan pembicaraan final dengan pemerintah Korea Utara (Korut) untuk memutuskan nasib zona industri gabungan Kaesong dan menyarankan untuk menutup wilayah itu jika negosiasi berbuntut pada kegagalan, Senin (29/7/2013).
Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan, proposal dikirim melalui Desa Panmunjom, wilayah gencatan senjata di perbatasan Korsel-Korut. Pemerintah Korsel berharap, Korut segera membalas ajakan itu.
"Sekali lagi kami mendesak Korut membuat pilihan yang tepat untuk menormalisasikan hubungan di zona Kaesong dan juga antar Korea," ungkap Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim Hyung-Suk kepada wartawan.
Sebagai bukti keseriusan, Korsel mengajak Korut berunding. Korsel juga telah menyetujui rencana pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Korut. Lima kelompok sipil diizinkan untuk mengirimkan obat-obatan, makanan, dan pakaian senilau USD 1,24 juta bagi anak-anak Korut.
Seoul juga berencana membantu para bayi di Korut dengan memberikan bantuan sebesar USD 6,04 juta dan didukung oleh UNICEF.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Korut selama beberapa pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 20 warga Korut dan menyebabkan kehilangan tempat tinggal.
Korut sebelumnya menolak bertangung jawab atas penutupan industri gabungan itu, mereka menilai langkah ini merupakan desakan atas sikap bermusuhan dan intimidasi Korsel, khususnya latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat.
Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan, proposal dikirim melalui Desa Panmunjom, wilayah gencatan senjata di perbatasan Korsel-Korut. Pemerintah Korsel berharap, Korut segera membalas ajakan itu.
"Sekali lagi kami mendesak Korut membuat pilihan yang tepat untuk menormalisasikan hubungan di zona Kaesong dan juga antar Korea," ungkap Juru Bicara Kementerian Unifikasi Korsel, Kim Hyung-Suk kepada wartawan.
Sebagai bukti keseriusan, Korsel mengajak Korut berunding. Korsel juga telah menyetujui rencana pengiriman bantuan kemanusiaan kepada Korut. Lima kelompok sipil diizinkan untuk mengirimkan obat-obatan, makanan, dan pakaian senilau USD 1,24 juta bagi anak-anak Korut.
Seoul juga berencana membantu para bayi di Korut dengan memberikan bantuan sebesar USD 6,04 juta dan didukung oleh UNICEF.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Korut selama beberapa pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 20 warga Korut dan menyebabkan kehilangan tempat tinggal.
Korut sebelumnya menolak bertangung jawab atas penutupan industri gabungan itu, mereka menilai langkah ini merupakan desakan atas sikap bermusuhan dan intimidasi Korsel, khususnya latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat.
(esn)