AS: Israel & Palestina mulai berunding damai di Washington
Senin, 29 Juli 2013 - 10:24 WIB
AS: Israel & Palestina mulai berunding damai di Washington
A
A
A
Sindonews.com - Para pejabat Israel dan Palestina, mulai melanjutkan pembicaraan perdamaian di Washington DC pada Senin (29/7/2013). Demikian disampaikan pihak Departemen Luar Negeri AS, Minggu kemarin.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan, melalui telepon ia telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam perundingan damai itu. Pernyataan Kerry itu, disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip CNN.
”Utusan Amerika menyampaikan undangan, agar mereka mengirim tim negosiasi seniornya ke Washington untuk melanjutkan perundingan langsung,” kata Psaki dalam sebuah pernyataan. ”Pertemuan tahap awal direncanakan Senin (29/7/2013) malam dan Selasa (30/7/2013).”
Pertemuan tahap awal itu sebagai tindak lanjut hasil lawatan Kerry ke Timur Tengah, sejak ia menjabat pada 1 Februari 2013. Dari pihak Israel, yang akan hadir adalah kepala negosiator Israel sekaligus Menteri Kehakiman Tzipi Livni, dan utusan Perdana Menteri Nentanyahu, Yitzhak Molcho.
Sedangkan dari kubu Palestina, diwakili kepala negosiator Saeb Erekat dan anggota senior kelompok Fatah pimpinan Abbas, Mohammad Shtayyeh.
”Sebagai tindak lanjut lawatan Menteri Luar Negeri, John Kerry yang diumumkan pada 19 Juli 2013 di Amman, Yordania, bahwa Israel dan Palestina telah mencapai kesepakatan dasar untuk melanjutkan perundingan langsung," katanya. "Pertemuan di Washington akan menandai awal dari pembicaraan ini."
Pemerintah Israel pada Minggu kemarin, menyetujui pembebasan 104 tahanan veteran Palestina veteran sebagai syarat perundingan. Palestina sebenarnya juga menuntut perundingan mengacu pada wilayah perbatasan dua negara itu sebelum perang 1967, dan Israel diminta menghentikan pembangunan permukiman. Tapi Israel menolak, dan minta perundingan digelar tanpa prasyarat.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan, melalui telepon ia telah mengundang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam perundingan damai itu. Pernyataan Kerry itu, disampaikan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, seperti dikutip CNN.
”Utusan Amerika menyampaikan undangan, agar mereka mengirim tim negosiasi seniornya ke Washington untuk melanjutkan perundingan langsung,” kata Psaki dalam sebuah pernyataan. ”Pertemuan tahap awal direncanakan Senin (29/7/2013) malam dan Selasa (30/7/2013).”
Pertemuan tahap awal itu sebagai tindak lanjut hasil lawatan Kerry ke Timur Tengah, sejak ia menjabat pada 1 Februari 2013. Dari pihak Israel, yang akan hadir adalah kepala negosiator Israel sekaligus Menteri Kehakiman Tzipi Livni, dan utusan Perdana Menteri Nentanyahu, Yitzhak Molcho.
Sedangkan dari kubu Palestina, diwakili kepala negosiator Saeb Erekat dan anggota senior kelompok Fatah pimpinan Abbas, Mohammad Shtayyeh.
”Sebagai tindak lanjut lawatan Menteri Luar Negeri, John Kerry yang diumumkan pada 19 Juli 2013 di Amman, Yordania, bahwa Israel dan Palestina telah mencapai kesepakatan dasar untuk melanjutkan perundingan langsung," katanya. "Pertemuan di Washington akan menandai awal dari pembicaraan ini."
Pemerintah Israel pada Minggu kemarin, menyetujui pembebasan 104 tahanan veteran Palestina veteran sebagai syarat perundingan. Palestina sebenarnya juga menuntut perundingan mengacu pada wilayah perbatasan dua negara itu sebelum perang 1967, dan Israel diminta menghentikan pembangunan permukiman. Tapi Israel menolak, dan minta perundingan digelar tanpa prasyarat.
(esn)