Korsel usulkan perundingan final zona industri Kaesong
Minggu, 28 Juli 2013 - 19:13 WIB
Korsel usulkan perundingan final zona industri Kaesong
A
A
A
Sindonews.com - Korea Selatan (Korsel) mengusulkan pembicaraan final dengan pemerintah Korea Utara (Korut) untuk memutuskan nasib zona industri gabungan Kaesong dan menyarankan untuk menutup wilayah itu jika negosiasi berbuntut pada
kegagalan, Minggu (28/7/2013).
"Kami menawarkan perundingan akhir untuk membahas masalah Kaesong," ungkap Ryoo Kihl-Jae, Menteri Runifikasi Korsel yang menangani urusan lintas batas kepada wartawan.
Seoul secera resmi akan mengirimkan proposal itu besok, tanpa mengungkap kapan dan di mana perundingan akhir akan digelar. Kihl-Jae menegaskan, Seoul berharap Pyongyang menerima tanggung jawab jika keputusan akhir nanti adalah penutupan zona industri bersama itu dan memberikan jaminan tertulis bahwa hal itu tidak akan berulang kembali.
"Kami ingin jawaban yang jelas dan tidak ingin kejadian ini terulang kembali," ungkap Kihl-Jae. "Lagipula kami tidak punya pilihan, selain membuat keputusan serius untuk mencegah terjadianya kerusakan dengan sejumlah perusahaan Korsel di masa depan," terangnya.
"Sebagai langkah nyata mengajak Pyongnya Seoul akan menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan sebesar USD 1,25 juta," ungkap Kihl-Jae.
Korut sebelumnya menolak bertangung jawab atas penutupan industri gabungan itu, mereka menilai langkah ini merupakan desakan atas sikap bermusuhan dan intimidasi Korsel, khususnya latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat.
kegagalan, Minggu (28/7/2013).
"Kami menawarkan perundingan akhir untuk membahas masalah Kaesong," ungkap Ryoo Kihl-Jae, Menteri Runifikasi Korsel yang menangani urusan lintas batas kepada wartawan.
Seoul secera resmi akan mengirimkan proposal itu besok, tanpa mengungkap kapan dan di mana perundingan akhir akan digelar. Kihl-Jae menegaskan, Seoul berharap Pyongyang menerima tanggung jawab jika keputusan akhir nanti adalah penutupan zona industri bersama itu dan memberikan jaminan tertulis bahwa hal itu tidak akan berulang kembali.
"Kami ingin jawaban yang jelas dan tidak ingin kejadian ini terulang kembali," ungkap Kihl-Jae. "Lagipula kami tidak punya pilihan, selain membuat keputusan serius untuk mencegah terjadianya kerusakan dengan sejumlah perusahaan Korsel di masa depan," terangnya.
"Sebagai langkah nyata mengajak Pyongnya Seoul akan menyetujui pengiriman bantuan kemanusiaan sebesar USD 1,25 juta," ungkap Kihl-Jae.
Korut sebelumnya menolak bertangung jawab atas penutupan industri gabungan itu, mereka menilai langkah ini merupakan desakan atas sikap bermusuhan dan intimidasi Korsel, khususnya latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat.
(esn)